Militer Sudan Bebaskan Kota Dilling Dari Kepungan Milisi RSF
Pada 26 Januari 2026 Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan operasi militer yang berhasil menerobos pertahanan kelompok milisi Pasukan Pendukung Cepat (RSF) yang telah mengepung Kota Dilling wilayah Kordofan selama 1,5 tahun. Dalam operasi militer tersebut, SAF mengklaim bahwa mereka berhasil membebaskan jalan utama menuju Kota Dilling sekaligus menewaskan banyak anggota RSF. SAF juga menyatakan bahwa mereka akan terus berjuang untuk membersihkan Sudan dari milisi RSF agar stabilitas dan keamanan dapat kembali ke Negeri Dua Nil. Pembebasan Dilling merupakan sebuah kemenangan signifikan bagi SAF karena kota tersebut berada di antara Ibu kota Provinsi Kordofan Selatan, Kadugli, dan Ibu Kota Provinsi Kordofan Utara El-Obeid.
Dilansir dari Darfur24, pembebasan Dilling merupakan kabar baik bagi warga Sudan karena bantuan kemanusiaan dari organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat memasuki kota tersebut. Sementara itu analis konflik Sudan Clement Molin menyatakan dalam media sosial X/Twitter bahwa setelah operasi tersebut SAF memiliki beberapa pilihan strategis yang perlu dipertimbangkan. Pilihan tersebut diantaranya adalah membebaskan Kota Kadugli, mengepung milisi sekutu RSF (SPLM-N) di Pegunungan Nuba, berupaya membebaskan wilayah Kordofan, atau melancarkan serangan terhadap kilang Heglig. Namun Clement juga menyatakan bahwa SAF juga harus berhati-hati terhadap upaya milisi RSF untuk memutus jalur pasokan dari Ethiopia dengan melancarkan serangan terhadap kota perbatasan Kurmuk. Selain itu, Jurnalis CBC Aidan Simardone menyambut baik pembebasan Dilling karena menurutnya jika kota tersebut jatuh ke tangan RSF, akan terjadi pembantaian yang mirip seperti El-Fasher.
Pembebasan Dilling merupakan bagian dari upaya SAF untuk menghentikan laju milisi RSF terhadap wilayah Kordofan Utara dan Selatan sejak kelompok tersebut berhasil menguasai Kota El-Fasher di wilayah Darfur pada Oktober 2025. Akibat dari pengepungan yang dilancarkan oleh RSF terhadap beberapa kota di wilayah tersebut, PBB mengumumkan bahwa telah terjadi situasi kelaparan hebat di Kota Kadugli dan wilayah sekitarnya. Selain itu PBB juga menyatakan dalam empat bulan terakhir, setidaknya 65 ribu masyarakat wilayah Kordofan terpaksa mengungsi ke provinsi lain.