India mengumkan bahwa negaranya telah berhasil melakukan uji tembak rudal balistik jarak menengah bernama Agni-5 yang dikembangkan secara mandiri, yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Peluncuran ini dilakukan dari negara bagian timur Odisha, dan pejabat pertahanan setempat ‘mengonfirmasi semua parameter operasional dan teknis.’
Laporan lokal memperkirakan bahwa jangkauan rudal tersebut mulai dari 700-900 kilometer atau 430-560 mil, namun pemerintah India menegaskan bahwa Agni-5 dapat menjangkau wilayah Asia yang lebih luas, termasuk target di wilayah China.
Uji coba ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional antara India dan Pakistan, di mana konflik kedua negara tersebut memanas di awal tahun 2025 ini. Serangan militan di Kashmir menewaskan setidaknya 26 orang. Pakistan, yang juga memiliki senjata nuklir, mengumumkan rencana untuk membentuk pasukan baru khusus menangani perang rudal.
Di sisi lain, hubungan India dan China juga mengalami ketengangan. Kedua negara mengalami bentrok disertai kekerasan di perbatasan yang disengketakan pada tahun 2020 lalu, dan Perdana Menteri Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Beijing bulan depan untuk Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasamaa Shanghai (SCO). Kunjungan ini akan menjadi kunjungan pertama ke China sejak tahun 2018.
Uji coba rudal ini juga bertepatan dengan ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Washington sebelumnya mengancam akan menggandakan tarif impor India dari 25 hingga 50 persen pada 27 Agustus, kecuali jika New Delhi menghentikan pembelian minyak mentah Rusia. Modi sebelumnya mengatakan bahwa kenaikan tarif tersebut menyoroti kebutuhan India untuk menjadi lebih mandiri dalam produksi pertahanan.
Mengapa uji coba rudal India menjadi penting?
Uji coba rudal terbaru India bukan hanya mengenai pencapaian teknologi, namun juga sinyal politik kepada rival dan sekutunya. Berkaitan dengan Pakistan, hubungan politiknya dengan India tetap mengalami ketegangan setelah serangan di Kashmir pada Mei lalu. Pakistan juga mengumumkan tentang pembentukan unit militer baru yang berfokus pada rudal dan hal ini telah memicu kekhawatiran akan eskalasi perlombaan senjata.
Dengan China, rudal Agni-5 dilaporkan mampu menyerang jauh ke wilayah China. Uji coba ini dilakukan menjelang kunjungan Modi ke Beijing untuk KTT SCO dan menyoroti persaingan dan kemungkinan dialog.
Dengan AS, Washington terus menekan terkait impor minyak Rusia yang menambah kompleksitas dalam upaya India untuk menjaga keseimbangan politik internasional. Sebagai anggota aliansi QUAD bersama AS, Australia, dan Jepang, India juga berperan sebagai penyeimbang terhadap China, namun juga mencari otonomi strategis dalam urusan global. Dalam konteks ini, uji coba Agni-5 dapat dilihat sebagai pertunjukan kekuatan yang bertujuan untuk meyakinkan publik domestik dan mengirimkan sinyal pencegahan ke luar negeri.
Agni-5: Jawaban Strategis India terhadap Tekanan Regional
Uji coba Agni-5 yang sukses juga mencerminkan strategi pertahanan lebih luas yang dibentuk oleh kompleksitas realitas geopolitik. Beberapa hal yang menjadi poin penting yakni:
- Kemandirian Pertahanan: Perdana Menteri Modi mempromosikan pentingnya mengurangi ketergantungan pada pertahanan asing, terutama mengingat potensi kenaikan tarif AS yang sedang berkembang. Agni-5, seperti sistem rudal lainnya yang dikembangkan secara mandiri, menunjukkan kemampuan manufaktur pertahanan India yang semakin berkembang.
- Persaingan Regional: India menghadapi tantangan dua rival berbeda yakni Pakistan yang bersenjata nuklir di barat dan China yang semakin agresif di bagian utara dan timur. Kemampuan rudal untuk menyerang kedua negara tersebut menjadi inti strategi pencegahan India.
- Pergeseran Perdagangan Global: India tengah menghadapi dampak perang tarif Presiden AS Donald Trump yang telah mengganggu pasar global. Ultimatum Washington terkait impor minyak Rusia menempatkan New Delhi dalam posisi sulit, memaksa India untuk menimbang otonomi strategis melawan risiko ekonomi.
Saat India bersiap untuk kunjungan Modi ke China dan KTT SCO, uji coba rudal ini menegaskan tekad New Delhi untuk menegaskan dirinya sebagai kekuatan regional yang mampu mempertahankan kepentingan nasionalnya terhadap ancaman baik jangka pendek maupun jangka panjang.