Jika sebagian besar anak-anak bermimpi menjadi seorang dokter atau guru, tidak dengan ribuan anak di Meksiko. Di banyak wilayah, masa depan mereka direnggut dan digantikan dengan senjata, narkoba, dan pelajaran tentang cara membunuh. Permasalahan kekerasan di Meksiko masih menjadi permasalahan sistematis. Sejak tahun 2006, lebih dari 480.000 orang dilaporkan tewas akiban kekerasan dalam upaya pemerintah memerangi narkoba (France 24, 2025). Fenomena ini tidak dapat dipahami hanya sebagai akibat dari kemiskinan atau kurangnya pendidikan. Artikel ini akan menelaahnya melalui Teori Asosiasi Diferensial (Sutherland, 1947 dalam Matsueda, 2010) yang menjelaskan bahwa perilaku kriminal dipelajari melalui interaksi sosial yang intensif. Teori ini memandang bahwa terdapat tiga level pembelajaran perilaku menyimpang: pada tingkat masyarakat (konflik norma), kelompok (organisasi sosial yang berbeda), dan individu (asosiasi diferensial). Melalui kerangka ini, artikel berasumsi bahwa kekerasan sistemik oleh kartel di Meksiko merupakan hasil dari lingkungan sosial yang disfungsional—kelompok sosial yang gagal memberikan rasa aman, nilai moral, dan perlindungan kepada anggotanya.
Anak-anak muda, terutama yang berasal dari komunitas terpinggirkan dan tidak sekolah menjadi sasaran utama untuk direkrut oleh kelompok bersenjata di Meksiko (Hoschstetler, 2023). Menariknya, penelitian terbaru menemukan bahwa ternyata bukan anak muda yang keluar dari sekolah, tetapi anak-anak muda yang sudah bekerja yang kebanyakan direkrut oleh kelompok kriminal bersenjata. Namun memang kebanyakan mereka bekerja dalam kondisi yang buruk dan tanpa akses pada perlindungan sosial (Zepeda Gil, R. 2024). Realitas yang bisa dilihat adalah anak-anak direkrut, dilatih, dan dijadikan alat perang oleh kelompok tidak bertanggungjawab.
Kegagalan pemerintah dan kondisi sosial Meksiko
Kebijakan represif pemerintah, seperti penurunan pasukan keamanan ke jalanan sejak 2006, justru memperburuk kondisi sosial dengan memicu perekrutan warga sipil oleh kartel (Zepeda Gil, 2024). Studi Prieto-Curiel et al. (2023) menunjukkan bahwa pada 2022, populasi anggota kartel di Meksiko diperkirakan 160.000–185.000 orang, menjadikan kartel sebagai salah satu “pemberi kerja” terbesar di negara itu. Untuk bertahan, kartel harus merekrut minimal 350 anggota baru per minggu. Model matematis mereka menunjukkan bahwa peningkatan penangkapan tanpa menekan laju rekrutmen justru meningkatkan jumlah pembunuhan dan anggota kartel. Satu-satunya strategi efektif untuk menurunkan kekerasan adalah pencegahan rekrutmen, terutama pada kelompok usia muda dan rentan.
Pemerintah menilai bahwa pengurangan angka anak-anak muda yang tidak bersekolah atau bekerja menjadi solusi dari permasalahan ini. Meskipun kebijakan sosial Meksiko selama ini menekankan pada pengurangan angka Not in Employment, Education, or Training (NEET) sebagai strategi untuk menekan perekrutan anak muda oleh kartel, data menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak muda yang terlibat dalam kekerasan justru telah bekerja, meskipun dalam kondisi informal tanpa perlindungan. Upaya pemerintah yang berfokus pada pengurangan angka NEET (Not in Employment, Education, or Training) juga terbukti tidak efektif, karena mayoritas anak yang direkrut kartel justru sudah bekerja, meski dalam kondisi informal tanpa perlindungan sosial yang memadai. Dalam perspektif Teori Asosiasi Diferensial, proses perekrutan lebih berkaitan dengan siapa yang mereka temui, seberapa sering mereka berinteraksi, dan sejauh mana nilai-nilai menyimpang itu ditanamkan dalam keseharian mereka. Tidak ada program nasional spesifik untuk menyelamatkan anak-anak yang sudah direkrut, dan belum ada hukum yang secara eksplisit melarang perekrutan anak oleh kartel.
Tidak hanya itu, banyak anak muda yang bergabung dengan lingkar kekerasan kartel di Meksiko ternyata merupakan anak-anak yang mengalami kekerasan fisik di rumah (sekitar 19 persen) dan berasal dari rumah yang hanya dipimpin oleh seorang Ibu (13,3 persen) (Zepeda Gil, R., 2024). Situasi ini mencerminkan kondisi ekstrim dari sosialisasi kriminal yang tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi, namun juga transformasi psikososial anak-anak dalam lingkungan yang diwarnai kekerasan.
Perekrutan oleh orang terdekat
Teori Asosiasi Diferensial melihat bahwa metode perekrutan kartel di Meksiko jarang bersifat acak; mereka sering memanfaatkan hubungan sosial yang sudah ada—kerabat, teman sebaya, bahkan tetangga. Menurut Bureau of International Labor Affairs AS, sekitar 30.000 anak telah direkrut oleh kelompok kriminal di Meksiko, sementara kelompok advokasi memperkirakan jumlah anak rentan mencapai 200.000 (Reuters, 2025). Anak-anak direkrut mulai usia 6 tahun, dan 70% dari mereka tumbuh di lingkungan dengan kekerasan ekstrem. Mayoritas berasal dari keluarga yang hancur oleh kekerasan dan narkoba, banyak yang sudah kecanduan narkoba sejak usia sangat muda.
Dalam kasus Sol, misalnya, perekrutan dilakukan oleh seseorang yang dikenal di tempat kerja informalnya. Pola ini menguatkan konsep intensitas dalam Asosiasi Diferensial: semakin dekat hubungan personal, semakin besar kekuatan pengaruh sosial dalam proses pembelajaran kriminal. Sol tidak hanya direkrut, tapi juga mendapat pembenaran atas keterlibatannya, seperti keyakinan bahwa usianya melindunginya dari hukuman. Dari pengakuan Sol, sekarang 20 tahun, dia sudah kecanduan obat-obatan sejak umur 9 tahun dan melakukan pembunuhan pertamanya saat berumur 12 tahun. Kasus Sol menjadi bukti bahwa relasi sosial jauh lebih penting dibanding status ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan kebijakan yang terlalu makro dan ekonomistik perlu digantikan dengan pendekatan yang melihat relasi sosial sebagai inti dari solusi.
Salah satu anak lain yang direkrut menyatakan bahwa mereka merasa bahwa bergabung dengan kartel membuatnya merasa seperti menjadi bagian dari sebuah kelompok dan paling penting mereka tidak lagi merasa kelaparan (Diaz, 2025). Isabel, mantan anggota kartel lain, direkrut oleh pamannya sendiri pada usia 14 tahun. Ia terlibat dalam pembunuhan, mengalami trauma berat, dan kehamilan yang berakhir keguguran akibat penyalahgunaan narkoba (Reuters, 2025).
Meskipun banyak dari mereka yang ‘dijebak’ atau merasa ingin bergabung, banyak juga kasus lain di mana anak-anak ini dipaksa untuk bergabung dengan kelompok, atau diancam akan dibunuh. Perekrutan anak oleh kartel narkoba di Meksiko merupakan hasil dari kegagalan negara dalam menciptakan sistem perlindungan sosial dan pendidikan yang efektif, serta dari proses internalisasi nilai kriminal melalui jaringan sosial yang intens.
Dalam kerangka Teori Asosiasi Diferensial, frekuensi, durasi, prioritas, dan intensitas hubungan sosial menjadi kunci dalam menjelaskan keterlibatan anak-anak dalam lingkar kekerasan. Oleh karena itu, solusi terhadap persoalan ini tidak cukup dengan pelatihan kerja atau pengurangan angka NEET, tetapi harus mencakup intervensi terhadap relasi sosial—misalnya dengan menghadirkan mentor sebaya, program komunitas, serta dukungan psikososial yang mencegah anak-anak masuk dalam lingkungan sosial yang menyimpang. Hanya dengan memahami dinamika relasi sosial ini, pendekatan kebijakan dapat benar-benar memutus rantai kekerasan antargenerasi yang telah mengakar di Meksiko.
Sumber
- France 24. (2025). “Cartel recruitment at heart of Mexico’s missing persons crisis.” https://www.france24.com/en/live-news/20250417-cartel-recruitment-at-heart-of-mexico-s-missing-persons-crisis
- Diaz, Lizbeth. (2025). “How Mexico’s cartels recruit children and groom them into killer.” Reuters. https://www.reuters.com/world/americas/how-mexicos-cartels-recruit-children-groom-them-into-killers-2025-05-28/
- Hochstetler, Lisa (2023) “Protecting Youth from Mexican Drug Cartel Recruitment: The Prospects of Educational Interventions,” Lux et Fides: A Journal for Undergraduate Christian Scholars: Vol. 1, Article 1. Available at: https://pillars.taylor.edu/luxetfidesjournal/vol1/iss1/1
- Matsueda, R. L. (2010). Sutherland, Edwin H.: Differential association theory and differential social organization. In F. T. Cullen & P. Wilcox (Eds.), Encyclopedia of criminological theory. SAGE Publications, Inc. https://study.sagepub.com/system/files/Sutherland%2C_Edwin_H._-_Differential_Association_Theory_and_Differential_Social_Organization.pdf
- Prieto-Curiel, R., Campedelli, G.M., & Hope, A. (2023). Reducing Cartel Recruitment is the Only Way to Lower Violence in Mexico. https://www.science.org/doi/10.1126/science.adh2888
- Zepeda Gil, R. (2022). Neither NEET nor Unemployed: Mexican Youth Homicide Inmates in Organised Crime (Working Paper No. 02/2022). Centro de Estudios Espinosa Yglesias (CEEY). https://ceey.org.mx/wp-content/uploads/2022/08/02-Zepeda-Gil-2022.pdf