Pada 28 April 2025 Kanada menyelenggarakan pemilu legislatif untuk menentukan partai yang akan mendapatkan mayoritas parlementer dan menjadi perdana menteri (PM) baru Negeri Daun Maple. Dalam pemilu tersebut Partai Liberal Kanada yang dipimpin oleh PM Mark Carney berhasil memenangkan 169 kursi sementara rival mereka Partai Konservatif Kanada yang dipimpin oleh Pierre Poilievre berhasil memenangkan 144 kursi. Dalam pidato kemenangannya PM Mark Carney menyampaikan bahwa Kanada tidak akan tunduk kepada ancaman yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kedaulatan mereka. Mark menambahkan banyak pelajaran yang harus diambil oleh Kanada dari pengkhianatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Selain itu Mark juga menyatakan bahwa dia akan berusaha untuk mengakomodasi seluruh elemen masyarakat Kanada.
Menanggapi kemenangan Partai Liberal Kanada dan PM Mark Carney, Presiden Komisi Eropa (EC) Ursula Von Der Leyen menyampaikan di media sosial X/Twitter ucapan selamat dan komitmen untuk mempertahankan nilai-nilai bersama seperti multilateralisme dan demokrasi. Selanjutnya PM Inggris Raya Keir Starmer juga menyampaikan selamat dan menyatakan bahwa Negeri Tiga Singa akan melanjutkan kerja sama kedua negara dalam bidang pertahanan, keamanan, perdagangan , dan investasi. Selain itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyampaikan selamat dan terima kasih terhadap PM Mark Carney atas keteguhan Kanada dalam mendukung Ukraina. Zelensky juga menambahkan bahwa dia yakin kerja sama antara kedua negara akan semakin kuat karena Ukraina dan Kanada memiliki komitmen bersama untuk mencapai perdamaian, keadilan, dan keamanan.
Kemenangan Partai Liberal Kanada dan PM Mark Carney merupakan sebuah resurjensi politik yang tidak terduga karena sebelumnya Partai Konservatif Kanada diperkirakan akan memenangkan pemilu tersebut dengan keunggulan sebesar 25 poin. Akan tetapi berbagai faktor internal dan eksternal memutar balik keadaaan bagi Partai Liberal Kanada. Salah satu faktor yang mendorong resurjensi politik Partai Liberal adalah retorika provokatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berulang kali menyatakan keinginannya untuk menganeksasi Kanada. Retorika tersebut mengakibatkan masyarakat Kanada geram dan menolak segala bentuk politik yang meniru gaya sang presiden Amerika Serikat.