Pasukan Kurdi Sepakati Integrasi Dengan Pemerintah Transisi Suriah
Pada 10 Maret 2025 Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Transisi Suriah (STG) untuk mengintegrasikan seluruh institusi sipil dan militer mereka ke dalam struktur pemerintahan Negeri Sham. Perjanjian ini ditandatangani oleh Presiden Ad Interim Suriah Ahmed Al-Sharaa dan Pemimpin SDF Mazloum Abdi. Dalam perjanjian ini seluruh kilang minyak, pos lintas batas negara (PLBN), dan bandara udara yang dikendalikan oleh SDF akan diserahkan kepada STG. Selain itu kesepakatan ini mengafirmasi etnis Kurdi sebagai bagian dari Suriah dan sekaligus mewajibkan SDF untuk membantu STG dalam melawan pemberontakan pro-Assad dan ISIS. Perjanjian integrase dengan SDF dianggap sebagai kemenangan bagi Presiden Ad Interim Al-Sharaa yang sedang menghadapi dampak dari pembantaian terhadap warga sekte Alawi di wilayah Tartus dan Latakia.
Menanggapi perjanjian tersebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menyampaikan dukungan Amerika Serikat terhadap proses transisi politik Suriah yang inklusif dan non-sektarian untuk mengurangi potensi terjadinya konflik baru. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan juga menyampaikan dukungannya dan sekaligus menyatakan bahwa implementasi perjanjian tersebut akan menjamin perdamaian dan keamanan Suriah. Selain itu jurnalis Suriah dan Direktur Komunikasi Syrian Truth for Justice (STJ) Simav Hessen menyatakan perjanjian ini merupakan langkah tepat untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah. Simav menambahkan perjanjian yang mengafirmasi etnis Kurdi sebagai bagian dari Suriah merupakan perkembangan positif bagi aspirasi mereka dan siapapun yang berpegang teguh kepada hak asasi manusia (HAM).
Beberapa hari setelah menandatangani kesepakatan integrasi dengan SDF, STG menandatangani perjanjian serupa dengan etnis Druze di wilayah Al-Suwayda. Dalam perjanjian tersebut seluruh aparatur keamanan Al-Suwayda akan dikendalikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Suriah. Perjanjian ini juga menyatakan STG berhak mengangkat gubernur dan kepala polisi wilayah tersebut. Integrasi etnis Druze wilayah Al-Suwayda kepada STG dianggap sebagai perkembangan signifikan untuk politik Suriah. Para pengamat juga menganggap integrasi yang disepakati STG dan etnis Druze sebagai ujian penting bagi proses rekonsiliasi nasional Suriah dan transisi pemerintahan setelah runtuhnya rezim Assad.