Taiwan mempercepat pengembangan sistem nirawak untuk menghadapi kemungkinan serangan China dengan mengadopsi konsep pertahanan yang disebut “Hellscape”. Strategi tersebut mengandalkan penggunaan drone udara dan laut dalam jumlah besar untuk mendeteksi, melacak, dan menyerang kekuatan China sebelum pasukan penyerang mencapai daratan Taiwan.
Konsep “Hellscape” berkembang dari gagasan pertahanan asimetris Taiwan. Dalam laporan The New York Times, strategi tersebut dirancang untuk membuat operasi pendaratan amfibi China menghadapi ancaman dari berbagai arah melalui kombinasi drone, rudal, dan sistem serangan presisi. Pengalaman perang Rusia-Ukraina turut menjadi rujukan dalam pengembangan kemampuan tersebut.
Taiwan kini menargetkan kapasitas produksi hingga 100.000 drone per bulan pada 2030. Pemerintah juga merencanakan pengadaan lebih dari 210.000 drone udara dan laut, dengan anggaran sekitar USD6,6 miliar untuk program tersebut. Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan sistem nirawak dalam pertahanan pesisir.
Kemampuan tersebut mulai diperlihatkan dalam latihan militer Han Kuang 2026. Angkatan Laut Taiwan menguji drone kelas menengah buatan dalam negeri pada latihan pertahanan pesisir. Sistem tersebut diuji bersama unsur pasukan khusus, kapal rudal, dan kapal patroli dalam skenario menghadapi ancaman dari laut.
Taiwan juga memperluas kerja sama teknologi dengan perusahaan Amerika Serikat. Thunder Tiger dan Shield AI pada Juli 2026 menyelesaikan demonstrasi penggunaan sistem kecerdasan buatan Hivemind pada dua kapal permukaan nirawak SeaShark. Sistem tersebut memungkinkan kedua kapal berkoordinasi secara otonom menggunakan data sensor dalam misi pengintaian.
Di sektor perdagangan, Kementerian Perekonomian Taiwan mencatat ekspor drone mencapai USD115,85 juta pada kuartal pertama 2026, sekitar 1,2 kali nilai ekspor sepanjang 2025. Republik Ceko menjadi pasar terbesar dengan nilai sekitar USD100 juta.
Sementara itu, China menetapkan anggaran pertahanan 2026 sebesar sekitar 1,94 triliun yuan atau USD282 miliar, naik 6,9 persen dari tahun sebelumnya. Dengan ketimpangan kekuatan tersebut, Taiwan terus memperluas penggunaan sistem nirawak sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan konflik di Selat Taiwan.