Pada 8 Maret 2026, Majelis Pakar Iran mengumumkan bahwa mereka telah memilih Mojtaba Hosseini Khamenei, anak dari Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi (Ayatollah). Tidak lama setelah penunjukkan tersebut, Majelis Pakar Iran mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersatu di bawah kepemimpinan sang Ayatollah baru dengan mendeklarasikan kesetiaan mereka terhadap Mojtaba Hosseini. Tidak lama setelah pemilihan tersebut rampung, Korps Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC), Angkatan Bersenjata Reguler Iran (Artesh), dan berbagai pejabat tinggi mendeklarasikan dukungan mereka terhadap Ayatollah baru. Sementara itu, kelompok milisi Houthi di Yaman menyampaikan selamat kepada Republik Islam Iran karena mereka baru saja memilih pemimpin baru yang akan memimpin negara di masa menentukan. Selain itu kelompok Houthi juga menyatakan pemilihan Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Ayatollah merupakan kemenangan baru bagi revolusi Islam dan pukulan besar bagi musuh nya.
Menanggapi perkembangan tersebut, analis dari American University of Beirut, Rami Khouri menyatakan bahwa pemilihan Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Ayatollah baru menunjukkan bahwa Iran ingin melanjutkan warisan yang ditinggalkan oleh Ali Khamenei. Rami menambahkan bahwa penunjukkan Mojtaba merupakan pembangkangan simbolis terhadap Amerika Serikat karena beliau dianggap lebih radikal dibandingkan ayahnya. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan kepada media bahwa Ayatollah baru tidak akan memiliki waktu lama jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari sang presiden. Pandangan ini juga didukung oleh pernyataan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz yang menyatakan bahwa siapapun yang dipilih oleh Iran sebagai penerus Ali Khamenei akan dianggap sebagai target yang harus dimusnahkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Mojtaba Ali Khamenei merupakan tokoh politik dengan reputasi sebagai kekuatan tersembunyi yang memiliki hubungan dekat dengan Kepala IRGC Ahmad Vaidi, mantan kepala cabang intelijen IRGC Hossein Taeb, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Mojtaba pertama kali dikenal oleh masyarakat Iran dan komunitas internasional pada pemilu presidensial Iran tahun 2005 yang dimenangkan oleh Mahmoud Ahmadinejad. Kemenangan tersebut dapat tercapai karena Mahmoud mendapatkan dukungan signifikan dari Mojtaba.