Pada 4 November 2025 Kota New York (NYC) menyelenggarakan pemilu untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Walikota Petahana Eric Adams. Dalam pemilu tersebut terdapat tiga kandidat yakni Zohran Mamdani dari Partai Demokrat, Curtis Sliwa dari Partai Republikan, dan Andrew Cuomo dari blok independen. Pemilu ini dimenangkan oleh Zohran Mamdani yang berhasil meraih 50,4% suara sementara rival utama nya Andrew Cuomo hanya mendapatkan 41,6% suara. Kemenangan Zohran Mamdani merupakan sebuah hari bersejarah bagi NYC karena sang mantan rapper merupakan walikota NYC pertama dari kalangan imigran, muslim, dan etnis Asia Selatan. Dalam pidato kemenangannya Zohran menyatakan bahwa NYC akan terus menjadi kota yang dibangun dan digerakkan oleh para imigran.
Kemenangan Zohran Mamdani memicu reaksi dari berbagai pihak. Senator Bernie Sanders menyampaikan selamat kepada Zohran dan menyatakan bahwa hal ini merupakan sebuah gejolak besar dalam dunia politik Amerika Serikat. Senator Bernie menambahkan kemenangan Zohran menunjukan bahwa keinginan untuk menciptakan sebuah pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat merupakan sesuatu yang memungkinkan. Sementara itu Senator Alexandra Ocasio-Cortez juga menyampaikan selamat kepada Zohran dan berharap NYC dapat menjadi tempat yang terjangkau bagi para pekerja dan imigran yang tinggal di kota tersebut. Di sisi lain Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Mike Johnson mengecam kemenangan Zohran dan menyatakan bahwa Partai Demokrat NYC sudah gila karena mereka memilih seorang ekstrimis dan komunis. Ketua DPR Mike juga menyatakan bahwa Partai Republikan akan melakukan segala cara untuk memastikan bahwa agenda komunis Zohran tidak dapat menjadi masa depan Amerika Serikat.
Sebelum mencalonkan diri sebagai walikota, Zohran Mamdani merupakan anggota Parlemen Negara Bagian New York yang sudah menjabat selama tiga periode. Dalam kampanye politik nya Zohran mendorong agenda yang bersifat sayap kiri dan anti-Trump. Selain itu Zohran merupakan seorang yang kritis terhadap genosida yang dilakukan oleh pasukan Israel di Gaza. Hal ini dibuktikan dalam sebuah wawancara dengan kanal media Zeteo yang mana Zohran menyatakan bahwa jika terpilih dia akan menahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu jika sang PM datang ke NYC.