Pemerintah Ceko secara resmi melarang penggunaan semua layanan dan produk milik perusahan artifician intellegence (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, di lingkungan administrasi negara. Keputusan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Petr Fiala pada Rabu (9/7/2025), menyusul peringatan dari badan keamanan siber nasional Ceko.
Menurut Fiala, DeepSeek, sebagai perushaan Tiongkok, wajib bekerja sama dnegan otoritas negara asalnya yang berpotensi membuka akses data pengguna kepada pemerintah Tiongkok. Kebijakan ini serupa dengan langkah yang diambil oleh Italia, Belanda, dan Jerman yang lebih dulu membatasi layanan DeepSeek karena khawatir isu serupa.
DeepSeek dikenal luas setalah mengklaim bahwa mereka telah menciptakan model AI saingan “ChatGPT” dengan baiaya yang jauh lebih rendah. Namun, perushaan tersebut disorot di Eropa dan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan privasi dan penyimpanan data yang tercatat dilakukan di server-nya di China.
Langkah ini juga mengingatkan pada keputusan Ceko tahun 2018 saat melarang penggunaan perangkat dan software dari Huawei dan ZTE karena risiko keamanan.
DeepSeek dan keduataan China di Prague, Republik Ceko belum memberikan respons terkait permasalahan yang ada. Menurut kebijakan privasinya sendiri, DeepSeek menyimpan banyak data pribadi, seperti permintaan pada program AI atau berkas yang diunggah, pada komputer-komputer di China.