Pada 13 Juli 2026, Menteri Pertahanan Nasional (Menhanas) Vietnam Jenderal Phan Van Giang melakukan kunjungan resmi ke Jepang untuk bertemu dengan Menhan Shinjiro Koizumi guna membahas penguatan kerja sama pertahanan antara kedua negara. Dalam kunjungan ini, Jenderal Phan disambut oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi dan Jajar Kehormatan Pasukan Pertahanan Jepang (JSDF) dalam sebuah upacara penerimaan tamu resmi. Tidak lama setelah upacara tersebut rampung, kedua menhan melakukan diskusi komprehensif untuk membahas area kerja sama yang dapat dikembangkan seperti transfer alat pertahanan dan kolaborasi riset teknologi pertahanan. Dalam hal riset teknologi pertahanan, Menhan Koizumi dan Menhanas Phan sepakat untuk memulai pengembangan bersama kapal pengangkut pasukan berkecepatan tinggi yang dapat digunakan oleh angkatan laut kedua negara.
Menanggapi perkembangan ini, Menhanas Vietnam Jenderal Phan Van Giang menyatakan bahwa dia merasa terhormat karena diberikan kesempatan untuk memimpin delegasi tingkat tinggi ke Jepang. Jenderal Phan menambahkan saat ini hubungan antara Jepang dan Singapura telah berkembang secara positif di berbagai sektor seperti ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, dan budaya. Menurutnya, perkembangan positif ini memberikan peluang bagi Jepang dan Vietnam untuk menyelaraskan pandangan dalam sektor pertahanan untuk meningkatkan kerja sama yang dapat mendorong terciptanya otonomi strategis. Di sisi lain, Menhan Koizumi menyatakan bahwa kerja sama pertahanan dengan Vietnam penting untuk menghadapi dinamika keamanan global yang semakin rumit. Menhan Koizumi menambahkan bahwa Jepang berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Vietnam dengan menggunakan perjanjian kemitraan komprehensif strategis sebagai fondasi.
Kunjungan Jenderal Phan ke Jepang merupakan tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya yakni kunjungan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi ke Hanoi pada 3 Mei 2026 serta perbincangan Menhan Koizumi dan Jenderal Phan pada sela-sela Shangri-La Dialogue. Dilansir dari Asia Sentinel, pertemuan ini bukanlah suatu hal yang baru karena Jepang dan Vietnam memiliki shared interests dalam menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik yang semakin rumit. Shared interests ini diperkuat dengan kepercayaan mutual yang telah dibangun oleh kedua negara selama lima dekade. Kepercayaan ini dapat dibangun karena Jepang memiliki kebijakan luar negeri fleksibel yang mendorong kerja sama ekstensif di sektor vital tanpa memaksa Vietnam untuk melakukan penyelarasan strategis terhadap blok barat ataupun timur.