Pada 28 Maret 2026, United24 Media Ukraina melaporkan bahwa CEO Rheinmetall Armin Papperger menyatakan bahwa inovasi teknologi drone mereka merupakan sesuatu yang mirip dengan permainan lego. Dalam perbandingan ini, Papperger mengklaim bahwa ‘inovasi’ yang dimiliki oleh Ukraina tidak memiliki dasar apapun karena tidak ada terobosan teknologi baru dari para produsen drone. Papperger menambahkan bahwa perusahaan Ukraina yang memproduksi drone seperti Fire Point dan Skyfall mirip dengan ‘ibu rumah tangga’ karena mereka hanya memproduksi komponen drone menggunakan printer tiga dimensi di dapur dan ruang pribadi. Tidak lama setelah memberikan pernyataan tersebut, berbagai pejabat dan tokoh Ukraina menyampaikan kecaman dan bantahan terhadap klaim yang diberikan oleh Papperger karena dia menganggap remeh dan mengejek inovasi teknologi pertahanan yang dicapai oleh Ukraina.
Salah satu pejabat Ukraina yang menyampaikan bantahan adalah Penasehat Presiden Zelenskyy dalam Isu Strategis Alexander Kamyshin yang menyatakan di X/Twitter bahwa drone buatan ibu rumah tangga Ukraina telah menghancurkan setidaknya 11 ribu tank Rusia. Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Ukraina Yulia Svyrydenko menyampaikan pandangan serupa dengan menyatakan bahwa pertahanan Eropa saat ini ditopang oleh ibu rumah tangga Ukraina yang memproduksi drone. PM Yulia juga menyatakan bahwa tekad yang ditunjukkan oleh masyarakat Ukraina perlu dihargai dan dipelajari. Selain itu, co-founder dan penemu Institut Kebijakan Publik Global (GPPI) Thorsten Benner menyatakan di media sosial X/Twitter bahwa arogansi yang ditunjukkan oleh CEO Rheinmetall akan memberikan dampak negatif bagi Jerman.
Akibat dari kecaman tersebut, akun X/Twitter Rheinmetall merilis pernyataan klarifikasi yang menekankan bahwa mereka menghargai sepenuhnya tekad, inovasi, dan upaya yang diberikan oleh masyarakat Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Pernyataan ini juga menyampaikan bahwa Rheinmetall merasa terhormat karena dapat mendukung upaya pertahanan Ukraina menggunakan produk buatan mereka. Dilansir dari Bitget, klarifikasi ini menunjukkan perbedaan antara skeptisisme sang CEO dan posisi resmi perusahaan Rheinmetall tentang isu geopolitik dan bisnis penting.