Pada 1 Oktober 2025 pemerintah federal Amerika Serikat tutup (government shutdown) setelah rancangan resolusi dari Fraksi Partai Republikan di Senat gagal disahkan karena tidak mampu mendapatkan 60 suara untuk menghentikan filibuster yang dilakukan Partai Demokrat. Filibuster tersebut dilakukan Fraksi Partai Demokrat karena mereka enggan mendukung resolusi yang mengancam akses masyarakat Amerika Serikat kepada sistem layanan kesehatan. Akibat dari penutupan ini berbagai kementerian dan lembaga pemerintah federal Amerika Serikat menangguhkan segala bentuk aktivitas tidak penting. Alhasil setidaknya 750 ribu pegawai yang bekerja untuk berbagai lembaga pemerintah federal terpaksa cuti. Akan tetapi pegawai dari lembaga federal yang dianggap penting untuk menjaga keamanan nasional seperti Biro Intelijen Federal (FBI) dan Badan Intelijen Pusat (CIA) tetap bekerja seperti biasa.
Menanggapi penutupan tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Mike Johnson menyatakan di media sosial bahwa Partai Demokrat telah mengekang pemerintah federal agar mereka dapat memberikan bantuan kesehatan kepada imigran ilegal. Pandangan serupa juga diberikan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih pada 1 Oktober 2025. Vance menambahkan bahwa dia yakin pemerintah federal hanya akan tutup sementara karena terdapat indikasi Partai Demokrat terpecah belah dalam isu ini. Di sisi lain Ketua Fraksi Minoritas DPR Amerika Serikat Hakeem Jeffries menyatakan Partai Demokrat sedang berjuang untuk memastikan masyarakat Amerika Serikat mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Sementara itu anggota Senat Fraksi Partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez dan Bernie Sanders menyatakan di X/Twitter resolusi yang diajukan Partai Republikan akan menyebabkan jutaan masyarakat Amerika Serikat menderita.
Sebelumnya Presiden Donald Trump telah menghadapi penutupan pemerintah pada tahun 2018 dan 2019. Penutupan tersebut terjadi karena Kongres Amerika Serikat tidak inginmenyetujui anggaran yang diajukan oleh Presiden Trump sebesar USD 5 miliar untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko. Akibat dari penutupan tersebut Kantor Anggaran Kongres (CBO) Amerika Serikat memperkirakan bahwa keluaran (output) ekonomi Amerika Serikat berkurang sebesar USD 11 miliar.