Pemerintah Suriah dan SDF Sepakati Integrasi Militer dan Kerja Sama
Pada 17 Februari 2025 Adminstrasi Otonom Utara dan Timur Suriah (AANES) dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyelenggarakan pertemuan dengan delegasi Pemerintah Transisi Suriah (STG) untuk membahas tentang integrasi mereka ke Suriah yang baru. Setelah pertemuan rampung, Komandan Brigade Utara SDF Abu Omar Al-Idlibi menyatakan di media sosial X/Twitter pertemuan tersebut telah menghasilkan delapan poin penting yang disetujui kedua belah pihak. Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah integrasi pasukan dan institusi keamanan SDF ke dalam struktur komando Angkatan Darat Suriah yang baru. Selain itu para pengungsi internal (IDP’s) Suriah akan diberikan bantuan untuk kembali dan memulai ulang hidup mereka. Komandan Omar menanggapi perkembangan tersebut secara positif dengan pernyataan bahwa hal ini merupakan sebuah langkah positif untuk menjaga keamanan nasional dan menjaga stabilitas negara.
Selain mengintegrasikan militer dan memberikan bantuan bagi para IDP, SDF juga menyetujui permintaan STG untuk mengeluarkan anggota asing yang berada dalam pasukan mereka. Permintaan tersebut diberikan oleh STG karena karena terdapat beberapa anggota dianggap berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki akibat dari insurgensi yang mereka lancarkan. Selain itu STG juga meminta SDF untuk menyerahkan napi dari kelompok teroris Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS/Daesh) kepada pemerintah Suriah. Menanggapi hal ini Komandan SDF Mazloum Abidi menyatakan bahwa mereka terbuka untuk melaksanakan kerja sama dengan STG karena melawan terorisme merupakan tugas yang memerlukan koordinasi tinggi. Selain itu Mazloum menyatakan rencananya untuk mengunjungi Damaskus agar sebuah rencana aksi yang dapat mengimplementasikan seluruh hal yang didiskusikan dapat terbentuk.
Sebelumnya Presiden Ad Interim Ahmed Al-Sharaa telah menyatakan keinginan STG untuk melakukan negosiasi dengan SDF untuk mencari titik tengah. Menanggapi upaya tersebut Menteri Pertahanan (Menhan) Ad Interim Suriah Murhaf Abu Qasra menyampaikan keyakinannya bahwa isu tersebut dapat diselesaikan secara damai. Selain itu Menhan Ad Interim Abu Qasra menyatakan bahwa STG lebih menginginkan solusi damai dibandingkan solusi militer karena hal tersebut dapat mengakibatkan banyak korban jiwa.