Jerman Dorong Kerja Sama Pertahanan Baru Dengan Jepang

Pada 24 Maret 2026, Menteri Pertahanan (Menhan) Jerman Boris Pistorus melakukan kunjungan resmi ke pangkalan Pasukan Pertahanan Maritim Jepang (JMSDF) di Yokosuka dengan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi. Dalam kunjungan tersebut, Menhan Boris mendorong perjanjian kerja sama pertahanan baru yang menyederhanakan pelaksanaan operasi gabungan antara Militer Jerman (Bundeswehr) dan Pasukan Pertahanan Jepang (JSDF). Dalam perjanjian ini, Jepang dan Jerman akan melakukan reformasi administrasi dan hukum untuk mempermudah pengerahan Bundeswehr dan JSDF ke wilayah nasional mereka guna melakukan latihan bersama. Selain itu, Menhan Boris juga menyampaikan komitmen untuk melakukan reformasi pertahanan di Jerman untuk mempermudah kerja sama dengan sektor industri pertahanan Jepang.

Selain membahas tentang perjanjian kerja sama baru, menhan kedua negara juga menyampaikan komitmen bersama untuk memastikan bahwa Selat Hormuz kembali terbuka dengan mengirimkan aset maritim yang dapat melakukan operasi pembebasan ranjau. Namun operasi tersebut hanya akan dilakukan setelah pertempuran antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berhenti dengan adanya gencatan senjata. Menanggapi hal ini, Menhan Boris menyatakan bahwa kerja sama pertahanan dengan Jepang penting untuk mencapai tujuan ini karena kedua negara memiliki tujuan selaras untuk memastikan bahwa perdagangan maritim tetap bebas. Sementara itu, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa saat kerja sama antara kedua negara penting untuk menghadapi tantangan internasional sekaligus memperkuat deterrence. Menhan Koizumi menyatakan bahwa konsultasi pertahanan dengan Jerman akan meningkat untuk membahas bagaimana kedua negara dapat menghadapi krisis potensial secara serentak.

Kerja sama pertahanan antara Jerman dan Jepang telah mengalami peningkatan pesat sejak 2021 ketika kedua negara menandatangani perjanjian keamanan informasi dan pembentukan forum dialog pertahanan bilateral 2+2. Beberapa tahun setelah menyepakati perjanjian tersebut, Jepang mengerahkan pesawat tempur F-15J Peace Eagle dari Pasukan Pertahanan Udara Jepang (JASDF) ke Jerman untuk melaksanakan latihan bersama. Perkembangan ini selaras dengan strategi Jerman di kawasan Indo-Pasifik yang menekankan terbentuknya hubungan kuat dengan negara yang memiliki shared interest untuk menghadapi tantangan keamanan serupa.  Dalam hal ini, Jerman menganggap isu keamanan yang dihadapi oleh Jepang seperti Korea Utara dan China berhubungan dengan isu invasi Rusia terhadap Ukraina.