Menkeu Israel Anggap Surat Penangkapan Dari ICC Sebagai Deklarasi Perang
Pada 19 Mei 2026, Menteri Keuangan (Menkeu) Israel Bezalel Smotrich menyatakan dalam sebuah video bahwa Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) sedang berupaya untuk mengeluarkan surat penangkapan untuk dirinya. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan karena saat ini Israel sedang memperbanyak jumlah pemukiman ilegal yang berada di Tepi Barat untuk mengusir masyarakat Palestina yang telah tinggal lama di wilayah tersebut. Menanggapi hal ini, Menkeu Smotrich menyatakan perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat merupakan revolusi yang bertujuan untuk menekankan kedaulatan Israel terhadap wilayah tersebut. Menkeu Smotrich mengecam aksi yang dilakukan oleh ICC dan mengklaim bahwa hal tersebut sama dengan deklarasi perang terhadap dirinya dan terhadap kedaulatan Israel. Selain itu, sang Menkeu juga mengecam Otoritas Palestina (PA) sebagai sebuah organisasi teroris yang harus dihancurkan. Tidak lama setelah pernyataan tersebut diberikan, pemerintah Israel mengeluarkan dekrit yang memerintahkan seluruh warga Palestina di desa Khan al-Ahmar untuk meninggalkan rumah mereka.
Menanggapi pernyataan Menkeu Smotrich, ICC menyatakan kepada pers bahwa mereka tidak bisa menjawab pertanyaan apapun yang berkaitan dengan pengajuan penerbitan surat penangkapan karena hal tersebut bersifat rahasia. Sementara itu Ketua Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina PA Muayyad Shaaban menyatakan dekrit yang dikeluarkan oleh Israel merupakan sebuah eskalasi berbahaya. Shabaan menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya strategis Israel untuk menghilangkan kemungkinan adanya Negara Palestina dengan membelah Tepi Barat. Untuk menghadapi hal tersebut, Pejabat Senior PA Wasel Abu Youssef mendesak komunitas internasional untuk mengambil posisi tegas agar kejahatan serupa dapat dihentikan.
Sejak Israel melancarkan invasi terhadap Gaza pasca terjadinya serangan 7 Oktober 2023, ICC telah mengeluarkan beberapa surat penangkapan yang ditujukan kepada Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan (Menhan) Yoav Gallant. Kemungkinan diterbitkannya surat yang mendesak penangkapan Menkeu Smotrich merupakan bagian dari upaya ICC untuk memastikan akuntabilitas siapapun yang berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM) dalam konflik Gaza. Dalam hal ini, Smotrich dapat dikatakan sebagai salah satu pejabat dalam kabinet PM Netanyahu yang memiliki pandangan garis keras terhadap warga Palestina dan Gaza. Pandangan ini diperkuat dengan pernyataan yang sebelumnya telah diberikan oleh Menkeu Smotrich yang mendorong pembersihan etnis di Gaza dan pembangunan pemukiman ilegal untuk kolonis Israel yang akan menetap.