Pada 23 September 2026, Korean Airspace Industries (KAI) dan Hanwha Aerospace mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan, produksi, dan integrasi rudal udara buatan industri pertahanan Korea Selatan. Dalam MoU ini, kedua perusahaan sepakat untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan Korea Selatan dengan mengintegrasikan rudal buatan domestik ke pesawat tempur yang saat ini sedang digunakan Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) seperti KF-21 Boromae. MoU ini juga menekankan komitmen penuh kedua perusahaan untuk mensukseskan proyek pengembangan rudal anti-udara jarak jauh (LRAAM), integrasi nya ke KF-21 Boromae, serta percepatan pengerahan operasional pesawat tempur tersebut ke ROKAF. Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari komitmen perluasan kerja sama antara kedua perusahaan yang dilakukan sejak awal 2026.
Dilansir dari Asia First New Agency, MoU ini merupakan bagian dari upaya kedua perusahaan untuk menggabungkan jaringan global mereka guna meningkatkan penjualan persenjataan buatan Korea Selatan. Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan yang disampaikan oleh CEO KAI Cha Jae-byoung yang menyatakan kerja sama ini akan memberikan peluang baru untuk meningkatkan keberadaan industri pertahanan Korea Selatan dalam pasar global. Sementara itu CEO Hanwha Aerospace Son Jae-il menambahkan MoU ini diharapkan dapat menjadi sebuah model bagi ekspor industri pertahanan secara berkelanjutan dengan mengutamakan inovasi. Keinginan ini bukan sebuah hal baru karena sebelumnya pada Februari 2026 di pameran World Defense Show (WDS) Saudi Arabia, kedua perusahaan menandatangani MoU yang memperluas cakupan kerja sama guna meningkatkan daya saing industri pertahanan Korea Selatan.
Seluruh perkembangan ini merupakan bagian dari strategi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan negaranya dengan meningkatkan investasi dan kerja sama antara pemangku kepentingan terkait. Selain meningkatkan kapasitas industri, Presiden Lee juga ingin membuka peluang baru bagi industri pertahanan Korea Selatan untuk meningkatkan ekspor persenjataan sekaligus mengembangkan sistem pertahanan baru. Dalam hal ini, kerja sama antara KAI dan Hanwha Aerospace dapat dianggap sebagai perkembangan positif karena hal tersebut akan menunjukkan kemampuan industri pertahanan Koea Selatan dalam mengembangkan persenjataan canggih secara mandiri atau bersama. Hal ini dapat menarik minat mitra seperti Eropa untuk meningkatkan kerja sama industri pertahanan dengan Korea Selatan.