Pada 19 April 2026, Menteri Pertahanan Jepang (Menhan) Shinjiro Koizumi dan Menhan Australia Richard Marles bertemu di Melbourne untuk menandatangani kontrak pembelian tiga kapal tempur fregat kelas Mogami. Penandatanganan tersebut dilakukan di atas dek kapal tempur fregat JS Kumano dari Pasukan Pertahanan Maritim Jepang (JMSDF). Selain menandatangani kontrak, kedua menhan juga menandatangani memorandum Mogami yang menekankan komitmen Jepang dan Australia untuk memastikan kesuksesan pembelian fregat Mogami sekaligus memperkokoh kerja sama industri pertahanan antara kedua negara. Dalam kontrak ini, ketiga kapal ini akan dibangun di galangan kapal Jepang dan diberikan kepada Angkatan Laut Australia (RAN) pada tahun 2029. Sementara itu, delapan kapal lainnya akan dibangun di Australia Barat setelah fasilitas yang diperlukan untuk membangun fregat ini terkonsolidasi.
Menanggapi hal tersebut, Menhan Marles menyatakan bahwa fregat kelas Mogami akan membantu Australia mempertahankan jalur perdagangan maritimnya serta memperkuat armada permukaan Angkatan Laut Australia (RAN). Marles menambahkan bahwa penandatanganan kontrak dan memorandum ini menunjukkan komitmen pemerintahan Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese dalam menjaga keamanan nasional Australia. Sementara itu Menteri Industri Pertahanan (Meninhan) Australia Pat Conroy menyatakan kontrak ini akan membuka lapangan pekerjaaan baru di Australia sekaligus meningkatkan kapasitas industri pertahanannya. Di sisi lain, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa kontrak ini merupakan langkah tepat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan antara Australia dan Jepang. Menurutnya hal ini penting karena saat ini kedua negara sedang menghadapi dinamika keamanan yang cukup kompleks. Selain itu, Koizumi menyatakan Jepang akan terus menjadi mitra terdekat bagi pertahanan Australia yang baru saja mengumumkan strategi pertahanan baru mereka.
Penandatanganan kontrak ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Australia untuk membeli 11 kapal fregat kelas Mogami pada 5 Agustus 2025. Keputusan tersebut diberikan setelah pemerintah Australia menyelenggarakan proses tender antara fregat tipe MEKO A-200 dari Jerman dan fregat kelas Mogami buatan Jepang. Dilansir dari ABC, keputusan ini dianggap sebagai sinyal Australia berkomitmen untuk memperkuat quasi alliance dengan Jepang guna menghadapi China yang semakin asertif dan kebimbangan komitmen Amerika Serikat.