China bersama Pakistan mengajukan proposal perdamaian terkait konflik yang melibatkan Iran. Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Proposal yang diajukan terdiri dari beberapa poin utama, antara lain mendorong untuk segera gencatan senjata, mengedepankan dialog sebagai sarana penyelesaian konflik, serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur penting. Selain itu, China juga menekankan pentingnya menjaga keamanan jalur perdagangan internasional, termasuk di kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
Dalam usulannya, China turut mendorong agar penyelesaian konflik dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan melalui kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk menurunkan eskalasi konflik yang berpotensi meluas. Keterlibatan China dalam upaya mediasi ini mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah negara. Misalnya Amerika Serikat, yang menilai bahwa proposal tersebut belum tentu memberikan dampak signifikan terhadap penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.
Konflik yang melibatkan Iran menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan keamanan energi global. Kawasan Timur Tengah merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap peningkatan ketegangan dapat berdampak pada perdagangan internasional. Sejauh ini, belum ada kepastian mengenai tindak lanjut dari proposal yang diajukan China dan Pakistan tersebut. Namun, upaya diplomasi terus menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan dapat membantu meredakan konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.