Singapura kembali menunjukkan perannya dalam pusat kerja sama maritim kawasan dengan menjadi tuan rumah Exercise Pacific Reach 2025, sebuah latihan multinasional di bidang Submarine Escape and Rescue (SMER) yang berlangsung dari 15 hingga 29 September 2025. Latihan ini bertujuan memperkuat kemampuan penyelamatan kapal selam, meningkatkan interoperabilitas antarnegara, serta memastikan keselamatan para awak kapal selam di laut. Latihan tersebut menjadi edisi ke-9 sejak Latihan pertama kali digelar dan menjadi yang terbesar, dengan melibatkan 17 negara dan sekitar 600 personel, serta aset penting dari berbagai negara seperti kapal selam RSS Invincible dan kapal pendukung MV Swift Rescue milik Angkatan Laut Singapura, kapal selam JS Kuroshio dari Jepang, ROKS Shin Dol-seok dari Korea Selatan, serta kapal penyelamat INS Nistar dari India, JS Chiyoda dari Jepang, dan MV Mega Bakti dari Malaysia.
Latihan ini terbagi menjadi dua fase. Pada fase darat (shore phase), kegiatan meliputi simposium medis, konferensi sistem penyelamatan kapal selam, serta simulasi evakuasimassal atau Mass Evacuation Exercise (MASSEVEX), di mana kru kapal selam yang berada dalam kondisi darurat dievakuasi ke kapal penyelamat dan mendapat perawatan medis darurat. Fase laut (sea phase) kemudian menguji interoperabilitas kapal-kapal penyelamatmultinasional dengan kapal selam, termasuk uji coba kendaraan penyelamat bawah laut seperti Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) yang mampu mentransfer awak dari kapal selam yang mengalami distress. Latihan ini menekankan pentingnya kecepatan, koordinasi, dan prosedur medis khusus, seperti penggunaan ruang dekompresi untuk menangani efek tekanan pada awak selam.
Partisipasi negara-negara besar, termasuk India dengan kapal penyelamat barunya INS Nistar yang dibangun di galangan Hindustan Shipyard Limited, memperlihatkan adanya dimensi diplomasi pertahanan sekaligus kemajuan industri pertahanan di kawasan. Penyelamatan kapal selam yang mengalami distress layaknya “perlombaan melawan waktu” di mana keberhasilan sangat bergantung pada kecepatan intervensi, keselarasan prosedur, serta kerjasama lintas negara. Oleh karena itu, melalui Exercise Pacific Reach 2025, latihan tidak hanya memperkuat kesiapan teknis penyelamatan, tetapi juga membangun kepercayaan, pertukaran pengetahuan, serta solidaritas antarnegara dalam menghadapi tantangan keselamatan bawahlaut di kawasan Indo-Pasifik.