Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan kembali komitmen negaranya untuk mempererat hubungan dengan Jerman dan Uni Eropa. Wang Yi, yang juga anggota dari Biro Politik Partai Komunis Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC), menyatakan dalam pertemuan tersebut bahwa China dan Jerman secara konsisten menjaga interaksi tingkat tinggi. Kerja sama pragmatis antara kedua negara juga menunjukkan momentum kuat dan menghasilkan hasil positif. Wang juga mencatat bahwa meskipun terdapat peningkatan unilateralisme dan proteksionisme, namun pergeseran global menuju multipolaritas tidak dapat dihindari.
Wang Yi akhirnya menekankan pentingnya perdagangan bebas dan prinsip multilateralisme dalam serangkaian pertemuan tingkat tinggi yang diadakan dalam rangka Konferensi Keamanan Munich.
Dalam diskusinya dengan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, Wang mengapresiasi sikap “pragmatis” Jerman terkait tarif Uni Eropa untuk kendaraan listrik (EV) buatan China. Ia mendorong Berlin untuk terus berperan konstruktif dalam menyelesaikan perselisihan perdagangan yang ada. Scholz pun menegaskan kembali penolakan Jerman terhadap praktik proteksionisme dan berharap agar ketegangan perdagangan antara Uni Eropa dan China dapat segera teratasi.
Selain itu, Wang juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, untuk menekankan pentingnya kolaborasi dalam melawan semakin meningkatnya proteksionisme serta menjaga otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa. Baerbock menegaskan pentingnya komunikasi yang transparan, sambil mengingatkan kembali komitmen Jerman terhadap kebijakan satu-China dan prinsip perdagangan bebas.
China memandang hubungannya dengan Jerman sebagai kunci penting dalam menstabilkan hubungan antara China dan Uni Eropa. Wang menekankan bahwa meskipun tantangan geopolitik terus muncul, multipolaritas merupakan tren global yang tidak bisa dihindari. Ia juga menegaskan kesiapan China untuk bekerja sama dengan Jerman dalam menghadapi isu-isu global yang mendesak, seperti perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam pertemuan terpisah dengan pemimpin Eropa lainnya, termasuk pejabat dari Prancis dan Spanyol, Wang mendorong pentingnya pendekatan diplomatik yang bijaksana dalam mengatasi ketegangan perdagangan. Ia kembali menegaskan komitmen China untuk berkolaborasi dengan mitra Eropa, guna meningkatkan saling pengertian serta berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas global.
Di tengah gelombang ketidakpastian geopolitik yang meningkat, upaya diplomatik China di Munich mencerminkan niatnya untuk menjaga hubungan ekonomi dan politik yang kokoh dengan Eropa, sekaligus menavigasi perselisihan perdagangan dengan Brussels. Dengan kedua pihak berusaha menyeimbangkan kerja sama ekonomi dan kepentingan strategis, beberapa bulan ke depan diprediksi akan menjadi krusial dalam menentukan arah hubungan China-Uni Eropa.