Militer Yaman Lancarkan Serangan Terhadap Wilayah Kelompok Houthi
Pada 11 Oktober 2026, Militer Yaman menyatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa sejak Operasi Fajar Yaman diumumkan, mereka telah melancarkan setidaknya 1,732 serangan udara terhadap posisi strategis kelompok milisi Houthi di wilayah utara dan barat laut. Berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh Kolonel Majed Abdullah al-Nuzaily, serangan ini berhasil menewaskan setidaknya 900 anggota milisi Houthi serta menghancurkan ratusan aset tempur lainnya seperti kendaraan pengangkut pasukan dan persenjataan berat. Selain itu, Kolonel Majed juga mengklaim serangan udara ini telah mengikis kemampuan komando dan kendala Milisi Houthi, hal tersebut dianggap akan memberikan dampak positif bagi serangan pasukan darat yang akan mengikutinya.
Tidak lama setelah pernyataan ini diberikan, kelompok milisi Houthi melancarkan serangan udara terhadap Bandara Udara Raja Khalid di Saudi Arabia yang menewaskan setidaknya 13 warga sipil dan melukai 300 lainnya. Dilansir dari BBC, serangan ini dilancarkan menggunakan rudal penjelajah, rudal balistik jarak pendek (SRBM), serta drone kamikaze tipe Shahed-136. Selain melancarkan serangan tersebut, kelompok Houthi juga memberikan peringatan keras bagi maskapai penerbangan dan penumpang untuk tidak menggunakan bandara ataupun wilayah udara Saudi Arabia karena kondisi kurang aman. Menanggapi perkembangan tersebut, koalisi militer Saudi Arabia dan Yaman menyatakan bahwa aksi Houthi merupakan kejahatan perang dan mereka akan melancarkan serangan balasan keras. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan dilancarkannya serangan udara oleh Angkatan Udara Saudi Arabia (RSAF) terhadap Ibukota Yaman, Sana’a, yang telah berada di bawah kendali Houthi sejak 2014. Dilansir dari Anadolu Agency, serangan ini menewaskan beberapa warga sipil dan menyebabkan kerusakan terhadap bandara udara kota tersebut.
Serangan udara ini merupakan bagian dari upaya lebih besar yang saat ini sedang dilancarkan oleh pemerintah Yaman untuk membebaskan Ibukota Sana’a dan wilayah sekitarnya dari kendali kelompok milisi Houthi. Upaya ini pertama kali diumumkan minggu sebelumnya oleh Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial (PLC) Yaman, Presiden Rashad Al-Alimi, di media sosial X/Twitter dengan nama Operasi Fajar Yaman. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Militer Yaman dan PLC, sejauh ini serangan yang dilancarkan telah memukul mundur milisi Houthi di beberapa wilayah namun belum mampu mengamankan wilayah sekitar Selat Bab Al-Mandab.