Pada 24 Agustus 2026, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan dalam situs resmi Kemenlu AS bahwa AS telah menghapus Suriah dari daftar negara sponsor kelompok dan serangan teror (state sponsor of terrorism). Menlu Marco menambahkan bahwa keputusan ini akan memberikan Suriah peluang baru untuk mengembangkan perekonomian serta mempercepat rekonstruksi infrastruktur nasional. Selain itu, Menlu Marco menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendorong terciptanya kawasan Timur Tengah yang damai, aman, dan dapat mengakomodasi kepentingan nasional Amerika Serikat. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat Scott Bessent dengan tambahan penghapusan Suriah dari daftar ini akan meningkatkan investasi yang dapat memperkuat stabilitas politik dan ekonomi negara tersebut.
Beberapa hari setelah keputusan ini diumumkan, Menlu Suriah Asaad Hassan al-Shaibani menyatakan bahwa hal tersebut merupakan langkah historis bagi hubungan bilateral kedua negara sejak keruntuhan rezim Bashar Al-Assad. Menlu Hassan menambahkan bahwa Suriah akan terus melakukan berbagai macam upaya untuk membangun tata kelola ekonomi dan politik baru yang mengedepankan transparansi, kepercayaan, serta kehormatan. Sementara itu, Presiden Ad Interim Suriah Ahmad Al-Sharaa menyampaikan dalam sebuah pidato bahwa penghapusan ini merupakan bukti Suriah memiliki komitmen untuk mengukir jalan baru yang mengedepankan revitalisasi infrastruktur dan pengembangan ekonomi. Presiden Ad Interim Al-Sharaa juga menyampaikan selamat kepada Presiden Donald Trump dan seluruh elemen masyarakat Suriah yang memiliki kontribusi dalam upaya ini. Di sisi lain, Menlu Ukraina Andrii Sybiha menyatakan dalam media sosial X/Twitter mendukung keputusan Amerika Serikat karena hal tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru. Menlu Andrii menambahkan Ukraina siap untuk membantu rekonstruksi dan pengembangan ulang ekonomi Suriah berdasarkan perjanjian bilateral yang telah disepakati.
Keputusan Amerika Serikat untuk menghilangkan Suriah dari daftar negara sponsor serangan dan kelompok terorisme bukanlah suatu hal yang diputuskan secara tiba-tiba karena sebelumnya isu ini telah menjadi agenda pemerintahan Presiden Trump sejak awal Juli 2026. Keinginan ini sendiri bermula tidak lama setelah Presiden Ad Interim Suriah Ahmed Al-Sharaa bertemu dengan Presiden Donald Trump di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Traktat Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 8 Juli 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi serupa yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat tidak lama setelah rezim Bashar Al-Assad runtuh pada 8 Desember 2024.