Pada 10 Januari 2026 Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa bertemu dengan Presiden Ad Interim Suriah Ahmed Al-Sharaa untuk membahas kerja sama antara kedua belah pihak. Dalam kunjungan tersebut, delegasi Uni Eropa yang terdiri dari Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah Asaad al-Shaibani. Dalam pertemuan tersebut, Ursula dan Antonio menyampaikan komitmen dan bantuan EU terhadap rekonstruksi dan stabilisasi Suriah pasca runtuhnya rezim Bashar Al-Assad. Antonio menyatakan dalam X/Twitter bahwa EU akan memberikan dukungan kepada Suriah yang telah mengambil langkah pertama dalam membangun ulang negara mereka.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi EU dan Presiden Al-Sharaa mendiskusikan berbagai topik seperti rekonstruksi, kerja sama ekonomi, pembangunan berkelanjutan, isu kemanusiaan, dan isu pengungsi Suriah yang saat ini masih berada di Eropa. Dalam diskusi tersebut, Ursula menyatakan bahwa EU akan memberikan paket bantuan finansial sebesar EUR 620 juta yang akan diberikan dalam periode waktu dua tahun. Bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama tiga pilar antara EU dan Suriah yang mencakup kemitraan politik, kerja sama ekonomi, serta bantuan finansial komprehensif. Namun Ursula menekankan bahwa bantuan ini hanya akan diberikan jika Suriah berkomitmen untuk melanjutkan proses transisi yang inklusif.
Hal ini merupakan tantangan besar bagi Presiden Al-Sharaa karena beberapa hari sebelum kunjungan delegasi EU tiba, terjadi sebuah pertempuran antara pasukan Pemerintah Transisi Suriah (STG) dan milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di daerah Sheikh Maqsoud, Kota Aleppo. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan 43 korban jiwa dan setidaknya 98 terluka. Selain itu, setidaknya 140 ribu warga Sheikh Maqsoud dan wilayah sekitar terpaksa melarikan diri akibat dari penggunaan senjata berat seperti artileri dan drone yang digunakan kedua belah pihak. Menanggapi hal tersebut, Ursula menyatakan peristiwa yang terjadi di Sheikh Maqsoud merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan. Ursula juga mendesak kedua belah pihak untuk melanjutkan dialog.