Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, tengah berdiskusi dengan Amerika Serikat mengenai kemungkinan kehadiran pasukan AS di Ukraina sebagai bagian dari jaminan keamanan. Kehadiran pasukan ini disebut dilakukan dalam upaya memperkuat posisi Kyiv dalam negosiasi damai dengan Rusia.
Menurut Zelensky, dukungan kuat atas gagasan penempatan pasukan AS di Ukraina bisa memberikan “peningkatan besar terhadap jaminan keamanan” bagi negaranya. Hal ini dibahas secara khusus dengan Presiden AS Donald Trump selama pertemuan mereka di Mar-a-Lago, Florida AS pada Minggu (28/12). Disisi lain, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi tentang pengiriman pasukan AS ke Ukraina, apakah itu dimasukkan sebagai bagian dari perjanjian perdamaian dengan Rusia.
Pertemuan antara Zelensky dan Trump dipandang sebagai langkah untuk menghentikan perangyang telah memasuki tahun ke-empat sejak invasi Rusia pada 2022. Menurut Zelensky, Ukraina dan kelompok “Coalition of the Willing” — negara-negara pendukung Kyiv — dijadwalkan akan bertemu awal Januari 2026 untuk diskusi lanjutan mengenai dukungan keamanan dan langkah implementasi rencana damai bersama Amerika Serikat dan sekutu Eropa.
Dukungan dari mitra Internasional pun muncul. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan optimisme bahwa perdamaian bisa tercapai dalam beberapa minggu mendatang,dengan catatan bahwa jaminan keamanan dari AS akan memainkan peran penting dalam upaya tersebut. Tiongkok melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (29/12), juga menyatakan dukungan terhadap hasil pembicaraan Trump dan Zelensky untuk menyelesaikan konflik secara damai, berharap tercapai kesepakatan yang adil dan tahan lama melalui dialog dan diplomasi
Meski dialog politik dan diplomatik sedang berlangsung, konflik di lapangan tetap intens. Rusia dilaporkan meningkatkan serangan udara, termasuk serangan drone terhadap infrastruktur Ukraina di wilayah pesisir Laut Hitam, menunjukkan ketegangan terus berlangsung di medan perang meski ada peluang pembicaraan damai. Menurut beberapa sumber, Trump mengklaim bahwa negosiasi perdamaian antara Ukraina dan Rusia kini “mungkin sangat dekat” mencapai kesepakatan, meskipun masih ada isu territorial yang belum terselesaikan.