Perdana Menteri Jepang Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Indonesia
Pada 10-11 Januari 2025 Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba melaksanakan kunjungan kerja ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor. Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta PM Ishiba disambut oleh pasukan kehormatan serta beberapa pejabat seperti Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Duta Besar Jepang-Indonesia Masaki Yasushi, dan Duta Besar Indonesia-Jepang Heri Akhmadi. Kunjungan Shigeru Ishiba ke Indonesia merupakan salah satu kunjungan kerja pertama yang dilaksanakan sejak mantan menteri pertahanan tersebut terpilih sebagai perdana menteri Jepang pada 11 November 2024 setelah Parlemen Jepang menyelenggarakan sesi pemilihan khusus.Dalam keterangan pers PM Ishiba menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang dikunjungi karena Indonesia memiliki pasar ekonomi besar dan Jepang ingin meningkatkan hubungan baik dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara.
Esoknya PM Ishiba mengunjungi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta untuk memberikan penghormatan bagi para pahlawan nasional Indonesia. Setelah itu PM Ishiba bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor untuk membahas beberapa kerja sama antara Jepang dan Indonesia. Dalam kunjungan tersebut Presiden Prabowo Subianto menyambut PM Ishiba dan menyampaikan apresiasi terhadap Jepang yang telah berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Setelah itu kedua pemimpin negara menandatangani perjanjian pemberian pinjaman sebesar 90,45 yen untuk proyek pengembangan aparatur negara, serta proyek pengembangan Pelabuhan Patimban III. Selain itu PM Ishiba menyatakan bahwa Jepang akan memberikan dua kapal patroli kecepatan tinggi kepada Indonesia melalui skema Bantuan Keamanan Resmi untuk memperkuat keamanan maritim Indonesia. Selain itu Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang Toshihiro Kitamura menyatakan bahwa Jepang dan Indonesia akan meluncurkan forum diskusikerja sama pertahanan yang berfokus kepada kerja sama teknis dan pengadaan alutsista.
Selain meningkatkan kerja sama maritim dan pertahanan, PM Ishiba menyatakandukungan Jepang terhadap program industrialisasi Indonesia dan memastikan pasokan energi stabil dengan proyek energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Selanjutnya PM Ishiba juga menyatakan bahwa Jepang mendukung Indonesia untuk menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Dukungan yang diberikan PM Ishiba serupa dengan pernyataan sebelumnya yang diberikan oleh PM Fumio Kishida pada 4 April 2024.