Pesawat Penumpang Azerbaijan Airlines Jatuh Di Kazakhstan
Pada 26 Desember 2024, sebuah pesawat penumpang milik Azerbaijan Airlines dengan nomor penerbangan 8243 jatuh di dekat Bandara Internasional Aktau, Republik Kazakhstan. Pesawat yang jatuh merupakan tipe Embraer 190 yang mengangkut sekitar 67 penumpang dan kru dengan rute penerbangan internasional dari Baku, Azerbaijan menuju Grozny, Republik Otonom Chechnya, Federasi Rusia. Berdasarkan video yang diunggah di media sosial X/Twitterpesawat terlihat sedang melakukan mosi phugoid dan dutch roll sebelum pada akhirnya Embraer 190 tersebut jatuh di dekat landasan pacu Bandara Internasional Aktau. Berdasarkan laporan yang ada 29 penumpang dan kru yang sebagian besar berada di belakang pesawat selamat dari kecelakaan tersebut. Akan tetapi 38 penumpang dan kru termasuk pilot, kopilot, dan seorang pramugari tewas.
Tidak lama setelah pesawat jatuh unit pemadam kebakaran (damkar) dan gawat darurat Bandara Internasional Aktau bergegas untuk menuju ke lokasi kecelakaan untuk membantu para korban kecelakaan dan memadamkan api. Menanggapi kejadian ini Presiden Republik Azerbaijan Ilham Aliyev membatalkan kunjungan ke Saint Peterseburg dan kembali ke Baku untuk menyelenggarakan pertemuan darurat dengan anggota kabinet. Selain itu Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) menyampaikan belasungkawa dan mendorong adanya penyelidikan menyeluruh sesuai dengan ketentuan Annex 30 dari Konvensi Chicago. IATA juga menekankan bahwa penerbangan sipil tidak boleh menjadi target militer setelah terdapat indikasi bahwa penerbangan 8243 jatuh akibat dari serangan militer. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga mendorong adanya penyelidikan menyeluruh setelah laporan awal menunjukan indikasi bahwa Rusia yang bertanggung jawab atas jatuhnya penerbangan tersebut. Dilansir dari Reuters, sumber anonim dari pemerintah Azerbaijan menyatakan terdapat indikasi awal bahwa Azerbaijan Airlines 8243 ditembak jatuh oleh rudal pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia.
Menanggapi klaim tersebut Juru Bicara Kremlin Dimitri Peskov mengingatkan media untuk tidak menduga penyebab jatuh penerbangan tersebut sebelum penyelidikan kecelakaan rampung. Akan tetapi pada 28 Desember 2024 Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikanpermintaan maaf kepada Azerbaijan akibat dari jatuhnya penerbangan 8243. Namun Presiden Putin tidak menyatakan Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tersebut.