AS dan Australia Sepakati Perjanjian Mineral dan Tanah Jarang, Lawan Dominasi China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese secara resmi menandatangani perjanjian senilai USD 8,5 miliar terkait mineral kritis dan logam tanah jarang pada 20 Oktober 2025. Sebagai bagian dari kesepakatan, AS dan Australia masing-masing akan menginvestasikan USD 1 miliardalam enam bulan ke depan untuk mempercepat proyek-proyek penambangan dan pemrosesan mineral kritis, sekaligus menetapkan harga dasar bagi mineral strategisagar pasar lebih stabil. Kesepakatan ini dinilai memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi dominasi China atas pasokan global mineral penting yang menjadi bahan baku utama industri teknologi, energi terbarukan, dan pertahanan. Selama ini, China diketahui telah menguasai lebih dari 70% pasar global mineral penting.
Salah satu proyek unggulan adalah pembangunan pabrik pengolahan gallium di Australia Barat oleh produsen aluminium AS, Alcoa, yang akan berada di dekat kilang aluminanya dan diperkirakan dapat memasok hingga 10% kebutuhan gallium global. Pemerintah Australia juga akan menyediakan pembiayaan ekuitas konsesional sebesar USD 200 juta untuk proyek tersebut, termasuk hak beli bagi pemerintah.
Sebelumnya, Alcoa juga telah menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan Japan Australia Gallium Associates (JAGA) untuk memperkuat basis multilateral dalam proyeknya. Setelah studi kelayakan selesai, direncanakan Alcoa, pemerintah AS dan Australia, serta JAGA akan membentuk joint venture khususguna membangun dan mengoperasikan pabrik itu.
Latar belakang kesepakatan ini tidak lepas dari meningkatnya pembatasan ekspordan kontrol pasar oleh China terhadap logam tanah jarang yang diklaim China untuk mencegah “penyalahgunaan” logam tanah jarang di sektor militer dan bidang sensitif lainnya.
Secara strategis, kerangka kerja ini tidak hanya memperdalam kemitraan ekonomidan industri antara AS dan Australia, tetapi juga memperkuat kerja sama pertahanan di bawah payung AUKUS. Di sela penandatangan perjanjian, AUKUS menjadi topik diskusi lainnya. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AUKUS telah “didirikan beberapa waktu lalu,” namun telah “berkembang dengan sangat cepat dan berjalan dengan baik.” Disamping itu, Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan bahwa “kemitraan pertahanan dan keamanan melalui AUKUS sangat penting bagiAustralia.”