Pesawat Tempur KF-21 Boramae Berhasil Mendapatkan Sertifikasi Keselamatan

Pada 16 Juni 2026, kanal media Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa pesawat tempur generasi 4,5 KF-21 Boramae berhasil mendapatkan sertifikasi keselamatan penerbangan dari Badan Akuisisi Pertahanan (DAPA) setelah jet tempur ini melewati serangkaian uji keselamatan. Ujian keselamatan ini dilaksanakan dari April 2021 hingga tahun 2026. Dengan diberikannya sertifikasi tersebut, KF-21 telah dinyatakan layak untuk digunakan oleh Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) dan angkatan udara lain yang ingin menggunakan pesawat tempur tersebut. Dalam sebuah pernyataan pers, DAPA menyatakan komite yang ditugaskan untuk menilai keselamatan KF-21 Boromae menetapkan bahwa pesawat tempur ini telah memenuhi 745 persyaratan yang dipecah menjadi 14 kategori. Persyaratan tersebut diantaranya mencakup ketahanan struktural pesawat, efektivitas sistem avionik dalam kondisi tempur, serta keandalan sistem elektronik dalam kondisi nyata.

Menanggapi perkembangan tersebut, Deputi Direktur Dapa Kim Il-Dong menyatakan bahwa sertifikasi keselamatan yang diberikan kepada KF-21 menunjukkan kemampuan pemerintah Korea Selatan dalam menilai sebuah proyek strategis secara objektif dan faktual. Menurut Kim, hal ini penting karena selain meningkatkan reputasi Korea Selatan sebagai eksportir persenjataan karena sertifikasi ini dapat meningkatkan kepercayaan negara lain terhadap produk buatan industri pertahanan mereka yang dapat membuka peluang ekspor baru. Akan tetapi, Kim juga menyatakan bahwa sertifikasi ini akan dilanjutkan dengan inspeksi komprehensif terhadap setiap pesawat yang baru, akan, dan telah melewati proses produksi massal. Kim menambahkan DAPA akan memastikan setiap pesawat yang diproduksi oleh industri pertahanan Korea Selatan memiliki kualitas baik serta dikelola secara efisien oleh personel tertentu dengan kemampuan memadai.

Sertifikasi ini merupakan rangkaian dari uji coba komprehensif terhadap KF-21 Boramae yang telah berlangsung selama lima tahun. Sebelumnya, pesawat tempur ini telah mendapatkan sertifikasi kesiapan tempur dari DAPA pada Mei 2026. Adanya sertifikasi ini merupakan jaminan penting karena Korea Selatan berencana untuk mengerahkan sekitar 120 pesawat pada tahun 2032. Dari 120 pesawat yang akan diproduksi, 40 akan ditugaskan untuk menghadapi ancaman udara sementara 80 lainnya akan dilengkapi dengan kemampuan serangan anti-darat dan anti-kapal.