Oktober 2025, Timor Leste Akan Resmi Menjadi Anggota ASEAN
Timor Leste akan menjadi anggota penuh ASEAN sebagai anggota ke-11 pada KonferensiTingkat Tinggi (KTT) di Malaysia akhir Oktober 2025. Momen ini terjadi setelah melalui proses panjang selama hampir 14 tahun untuk memenuhi kriteria keanggotaan sejak pengajuan pertamanya pada 2011. Keanggotaan ini dianggap sebagai pencapaian diplomatik penting bagi negara yang baru merdeka pada 2002 tersebut, sekaligus membuka peluang integrasi ekonomi, peningkatan investasi asing, serta penguatan posisi politik di kawasan.
Menteri Luar Negeri Timor Leste, Bendito Dos Santos, menegaskan bahwa momen ini merupakan tonggak penting bagi pembangunan ekonomi nasional, integrasi kawasan, dan pengakuan internasional negaranya. Dukungan terhadap masuknya Timor Leste juga datang dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang menyebut akan ada perayaan besar menyambut keanggotaan tersebut, sekaligus menekankan bahwa langkah ini akan memberi manfaat signifikan bagi stabilitas dan pertumbuhan Asia Tenggara, serta berkomitmen menjalin kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Meski demikian, keanggotaan Timor Leste bukan tanpa tantangan. Timor Leste masih menghadapi tantangan serius dimana perekonomiannya masih sangat kecil, hanya sekitar0,1% dari total PDB Asia Tenggara, dan 80% bergantung pada minyak serta gas dari Laut Timor. Kondisi ini membuat investasi di sektor dasar seperti pertanian, pendidikan, dan kesehatan masih minim, sementara pengangguran tinggi tetap menjadi persoalan utama; meski negara memiliki bonus demografi, di mana 74% dari 1,3 juta penduduknya berusia di bawah 35 tahun.
Khoo Ying Hooi, seorang profesor madya hubungan internasional dan hak asasi manusia di Universitas Malaya di Kuala Lumpur, mengatakan Timor-Leste telah berfokus untuk menyambut calon investor dari luar negeri. Telah ada beberapa pebisnis dari kawasan yang datang untuk melihat apa yang bisa mereka lakukan di Timor-Leste, serta jenis bisnis dan investasi apa yang bisa mereka lakukan. Namun demikian, sebagian masyarakat masih ada yang skeptis terhadap manfaat langsung keanggotaan ASEAN. Perspektif orang Timor Leste menunjukkan adanya kesalahpahaman tentang apakah ASEAN benar-benar dapat menyediakan lapangan kerja dan pada dasarnya membuka segalanya; padahal hal ini tidak semudah kelihatannya, dimana proses integrasi membutuhkan waktu panjang serta reformasi internal yang konsisten.
Bergabungnya Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN menandai era baru bagi kawasanAsia Tenggara. Bagi Timor Leste, ini adalah kesempatan memperkuat kapasitas internal sekaligus mengokohkan legitimasi di panggung regional. Bagi ASEAN, keputusan ini akan menjadi ujian bagi soliditas dan inklusivitasnya dalam menghadapi perbedaan kapasitas antarnegara anggota. Jika integrasi berjalan mulus, keberhasilan ini akan mempertegas posisiASEAN sebagai blok kawasan yang adaptif dan kohesif di tengah dinamika global.