Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Dunia Berduka
Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma pertama dariAmerika Latin, meninggal dunia pada usia 88 tahun di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, pada Senin pagiwaktu setempat. Menurut pernyataan resmi Vatikan, Paus Fransiskus wafat akibat stroke yang menyebabkan koma dan diikuti oleh kegagalan sirkulasi kardiovaskular. Sertifikatkematian juga mencatat adanya pneumonia bilateral, bronkiektasis multipel, hipertensi arteri, dan diabetes tipe 2 sebagai kondisi medis yang mendasari.
Selama 12 tahun masa kepausannya sejak 2013, Paus Fransiskus dikenal karena pendekatan yang rendah hati dan reformis. Ia memperjuangkan keadilan sosial, perlindunganlingkungan, serta inklusivitas bagi komunitas yang terpinggirkan. Meskipun menghadapi kritik dari kalangankonservatif, ia tetap konsisten dalam misinya untukmenjadikan Gereja sebagai tempat yang terbuka dan penuhbelas kasih.
Kabar duka ini memicu gelombang belasungkawa dari para pemimpin dunia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka yang mendalam ataswafatnya Pemimpin Paus Fransiskus melalui ucapan dukayang disampaikan lewat akun Instagram resminya.
Dalam unggahannya, Prabowo mengenang Paus Fransiskussebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan. Ia juga menyatakan bahwadunia kehilangan figur teladan yang menebarkan nilai-nilaikebaikan lintas agama dan budaya. “Kunjungan Paus keJakarta tahun lalu sangat berkesan, bukan hanya bagi umatKatolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tulisPrabowo.
Ia membagikan foto pertemuannya dengan Paus Fransiskusdan menyatakan kekagumannya terhadap pesan-pesan tentangkesederhanaan, kepedulian terhadap kaum miskin, dan semangat kebersamaan yang selalu dibawa sang Paus. “Selamat jalan Paus, pesanmu tentang pentingnya menjagaBhineka Tunggal Ika akan terus hidup dalam ingatan bangsaini,” tambahnya.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3–6 September 2024 menjadi momen bersejarah. Selama kunjungannya, Paus mengunjungi Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal, sertamemimpin Misa Akbar di Stadion Gelora Bung Karno. Dalam misa tersebut, ia menyampaikan pesan untuk terus menaburkasih, memperjuangkan perdamaian, dan merawat mimpiakan persaudaraan sejati.
Adapun jenazah Paus Fransiskus akan disemayamkan di Basilika Santo Petrus untuk memberikan kesempatan kepadaumat memberikan penghormatan terakhir. Sesuai denganwasiatnya, beliau akan dimakamkan secara sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore.