Kabar duka menyelimuti dunia kemanusiaan setelah Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan tewas bersama keluarganya akibat serangan udara Israel yang menghantam kediaman mereka di kawasan Tal al-Hawa, barat daya Kota Gaza, pada Rabu, 2 Juli 2025.
Marwan Al-Sultan dikenal sebagai sosok dokter yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan di Gaza, terutama selama masa-masa krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Ia merupakan konsultan kardiologi intervensional dan telah memimpin RS Indonesia sejak awal konflik Gaza pada 2023. Di bawah kepemimpinannya, RS Indonesia menjadi pusat vital layanan kesehatan bagi warga sipil di Gaza, meski terus-menerus diancam serangan dan kekurangan sumber daya. Tidak hanya itu, Ia juga dikenal sebagai sumber informasi utama dari Gaza, yang kerap melaporkan kondisi warga Palestina dan berulang kali meminta masyarakat internasional untuk menjamin keselamatan tim medis di wilayah konflik. Ia tidak pernah meninggalkan rumah sakit sejak perang dimulai dan selalu mendorong tim medis untuk tetap memberikan bantuan kemanusiaan
Kematian dr. Marwan Al-Sultan menuai kecaman luas dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan (Medical Emergency Rescue Committee) MER-C Indonesia. Mereka menyebut pembunuhan ini sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan tersebut. MER-C menegaskan bahwa RS Indonesia adalah fasilitas medis, bukan target militer seperti yang kerap dinarasikan oleh Israel.
Sebelum tragedi ini, MER-C juga pernah menyampaikan kondisi Rumah Sakit Indonesia yang memprihatinkan usai serangan tentara Israel pada Mei lalu. Bom-bom yang dijatuhkan pasukan Israel di sekitar area RS menimbulkan guncangan hebat dan telah menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas rumah sakit, mengganggu layanan medis, serta menambah penderitaan warga sipil yang sudah terjebak dalam konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Anis Matta, juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian dr. Marwan. Melalui akun instagramnya Ia menuliskan bahwa kehilangan ini tidak hanya bagi masyarakat Gaza, tetapi juga bagi masyarakat internasional.
Kematian dr. Marwan Al-Sultan menambah daftar panjang tenaga medis yang menjadi korban dalam konflik Gaza, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas dan pekerja kemanusiaan di zona perang.