Jerman Tangkap Mantan Ketua Badan Intelijen Atas Tuduhan Pengkhianatan
Pada 7 Oktober 2026, kanal berita Reuters melaporkan bahwa Kejaksaan Agung Federal Jerman telah menangkap mantan Ketua Badan Intelijen Luar Negeri (BND) Jerman August Hanning atas tuduhan pengkhianatan yang mengatasnamakan badan intelijen negara lain. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Kejaksaan Agung Jerman, mereka menuduh Hanning telah menerima pembayaran dari pihak eksternal untuk menganalisa dokumen rahasia pemerintah federal dan melaporkannya kepada badan intelijen luar negeri. Walaupun pemerintah Jerman belum bisa secara bulat menentukan badan intelijen yang menggunakan jasa Hanning, terdapat beberapa negara yang dianggap sebagai tersangka yakni Azerbaijan dan Israel. Hal ini dianggap demikian karena kanal media Jerman Der Spiegel melaporkan Hanning telah bertemu dengan perwakilan atau agen dari badan intelijen Azerbaijan dan Israel pada tahun 2025.
Dilansir dari Deutsche Welle (DW), penangkapan Henning merupakan salah satu skandal spionase terbesar dalam sejarah Jerman. Klaim ini memiliki nilai kebenaran karena Kejaksaan Agung Jerman menyatakan bahwa Henning telah menyediakan setidaknya analisa dari 2000 dokumen rahasia yang secara ekslusif dimiliki oleh BND. Dilansir dari koran Suddeutsche Zeitung Dokumen yang dibocorkan mencakup berbagai hal sensitif seperti program nuklir Iran, status kesiapan militer Rusia, dan informasi rahasia yang dibagikan oleh intelijen sekutu seperti CIA. Menanggapi perkembangan ini, Ketua Anggota Komite Pengawasan Intelijen Parlemen Federal Jerman (Bundestag) Marc Henrichmann menyatakan penangkapan Henning merupakan sebuah kejutan tapi negara tidak akan memberikan toleransi bagi para pengkhianat. Sementara itu Ketua BND saat ini Martin Jaeger menyatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa mereka akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui individu yang berpotensi menjadi pengkhianat.
Skandal spionase ini bukanlah suatu hal baru karena tiga tahun sebelumnya, pemerintah Jerman telah menangkap perwira intelijen BND dengan inisial Carsten L dan Arthur E yang melakukan spionase untuk Badan Intelijen Eksternal Rusia (SVR). Selain itu pada tahun 1990, perwira badan kontra-intelijen Jerman Klaus Kuron dihukum sebagai pengkhianat setelah Kejaksaan Agung Jerman mengetahui bahwa beliau adalah mata-mata Stasi. Peristiwa skandal ini merupakan perkembangan negatif bagi kredibilitas badan intelijen Jerman karena menurut pakar keamanan Roderich Kiesewetter, hal ini dapat menggerus kepercayaan mitra dan sekutu intelijen sehingga mereka keberatan untuk memberikan informasi sensitif kepada BND.