Macron Inisiasi Mobilisasi Sukarelawan Muda untuk Perkuat Militer Prancis
Pada hari Senin (20/1), Presiden Prancis Emmanuel Macron berpidato di Cesson-Sevigne yang menyoroti pentingnya meningkatkan cadangan militer dengan mengajak lebih banyak generasi muda untuk bergabung ke militer. Macron meminta pemerintah dan militer mengajukan usulan pada bulan Mei tentang cara memobilisasi lebih banyak sukarelawan muda untuk “mendukung angkatan bersenjata” jika diperlukan. Prancis menargetkan memiliki 210.000 personel aktif dan 80.000 pasukan cadangan pada tahun 2030. Inisiatif ini dirancang untuk merespons meningkatnya ancaman dari Rusia dan perang di Ukraina, di mana Macron menekankan bahwa Prancis harus menyesuaikan diri dengan tantangan baru yang muncul.
Prancis mewajibkan setiap warganya mengikuti kursus “Pertahanan dan Kewarganegaraan” satu hari saat berusia 18 tahun, yang mencakup presentasi mengenai kekuatan militer negara dan tes bahasa Prancis. Semua warga negara Prancis di bawah 25 tahun saat ini wajib mengikuti Hari Pertahanan dan Kewarganegaraan, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pemuda mengenai kehidupan militer dan mendorong partisipasi. Macron berencana untuk mereformasi acara ini, mengubahnya dari sekadar perkenalan menjadi sesuatu yang lebih signifikan, di mana beberapa individu akan tampil dan berjanji untuk siap merespons jika negara memanggil mereka.
Macron mengumumkan langkah-langkah untuk memperkuat otonomi strategis Prancis, dengan fokus pada penguatan kemampuan militer melalui mobilisasi, pelatihan, dan perencanaan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya kemerdekaan pertahanan Eropa, terutama di tengah ketakutan terhadap berkurangnya dukungan AS, dan merencanakan Tinjauan Strategis Nasional untuk mengatasi masalah pertahanan dan keamanan di tingkat nasional dan internasional. Dengan tujuan membentuk militer yang lebih adaptif terhadap tantangan geopolitik saat ini, strategi ini tidak hanya berfungsi sebagai pencegah agresi eksternal tetapi juga sebagai persiapan untuk kerja sama internasional. Secara keseluruhan, ini menandai pergeseran Prancis dari kesiapan pasif menuju keterlibatan proaktif dalam menjaga keamanan baik di dalam maupun luar perbatasan Prancis.