Lebanon Lantik Panglima Militer Josep Aoun sebagai Presiden Baru

Pada Kamis (9/1/2025), Panglima Angkatan Darat Lebanon, Joseph Aoun, terpilih sebagai presiden ke-14 Lebanon yang mengakhiri kebuntuan politik selama lebih dari dua tahun. Kurang lebih terdapat 12 kali kegagalan dalam mengisi jabatan kepresidenan setelah masa jabatan Michel Aoun berakhir pada bulan Oktober 2022 lalu. Proses pemilihan berlangsung dalam dua sesi parlemen, dengan sejumlah 128 wakil rakyat yang berpartisipasi dan para duta besar dari negara-negara kunci, termasuk Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Iran, dan Tiongkok, hadir. 

Aoun awalnya menerima 71 suara dukungan pada putaran pertama. Suara ini kurang hanya 15 suara dari total 866 suara yang dibutuhkan untuk menduduki posisi presiden. Namun, setelah bertemu dengan Blok Perlawanan Hizbullah dan Blok Pembangunan dan Pembebasan Gerakan Amal selama jeda, ia mendapatkan dukungan mereka, meraih 99 suara pada sesi kedua dan meraih kursi kepresidenan. “Sebuah fase baru dalam sejarah Lebanon dimulai hari ini,” kata Aoun pada sumpah jabatan.

Terpilihnya Aoun menggarisbawahi pengaruh Hizbullah dan sekutunya dalam politik Lebanon. Anggota parlemen Hizbullah Mohammad Raad menyoroti peran penting mereka, dengan menyatakan bahwa pemungutan suara yang tertunda adalah untuk menegaskan pengaruh politik mereka. 

Wartawan Amerika-Lebanon, Rania Khalek, menggambarkan kepresidenan Aoun sebagai produk dari tekanan eksternal, terutama dari AS dan Arab Saudi, yang bertujuan untuk mengimbangi pengaruh Hizbullah. Meskipun pada awalnya menentang, Hizbullah dan Amal mendukung Aoun setelah ia dilaporkan menyetujui persyaratan mereka, termasuk pendekatannya terhadap gencatan senjata dengan Israel, yang menandakan signifikansi politik mereka yang berkelanjutan. Bagi AS kepemimpinan Aoun penting, terutama sejak Israel membom Lebanon yang semakin meningkatkan tensi perang. 

Khalek menilai, Israel melemahkan Hizbullah secara militer, dan AS mencoba untuk melemahkan Hizbullah secara politik dengan menempatkan Aoun yang diharapkan mendukung kepentingan negara-negara Barat. Namun, melihat sulitnya Aoun naik ke jabatannya tanpa dukungan Hizbullah merefleksikan bahwa pentingnya peran dan pengaruh Hizbullah dan aktor lain dalam kepemimpinan Aoun.

Dalam pidato pengukuhannya, Presiden Aoun berjanji untuk menegakkan reformasi peradilan, memerangi korupsi, dan memperkuat kedaulatan dan keamanan Lebanon. Ia menekankan komitmennya untuk membangun kembali daerah-daerah yang hancur akibat agresi Israel baru-baru ini dan mengusulkan strategi pertahanan untuk melawan ancaman Israel. 

 

Bagaimana tanggapan aktor internasional?

Kepresidenannya telah mengundang reaksi beragam, dengan Presiden AS Joe Biden dan para pejabat Israel menyatakan optimisme akan stabilitas dan kerja sama, sementara gerakan-gerakan Palestina Hamas dan Jihad Islam menyerukan kemajuan dalam hal kedaulatan Libanon dan kesejahteraan para pengungsi Palestina.

Selain itu, pada Jumat (10/01/2025), Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani melakukan pertemuan dengan Presiden Lebanon Aoun di Lebanon. Tajani memuji kepemimpinan Aoun, dan menggambarkannya sebagai presiden dengan “kepribadian yang sangat berpengaruh” yang mampu memberikan kontribusi bagi perdamaian regional. Berbicara di Kedutaan Besar Italia, Tajani menekankan bahwa stabilitas Lebanon di bawah kepemimpinan Aoun dapat memperkuat gencatan senjata di Lebanon selatan dan membantu upaya-upaya untuk membangun gencatan senjata di Gaza. 

“Saya kira stabilitas Lebanon akan memperkuat gencatan senjata di bagian selatan negara itu dan juga akan membantu, saya kira, mempercepat gencatan senjata di Gaza,” ujar Tajani. Menyoroti urgensi situasi, ia menambahkan, “Ada banyak sandera, ada terlalu banyak korban tewas, dan karenanya, baik bagi penduduk Palestina maupun para sandera, kita harus bergegas.”