Inggris Raya Kerahkan Pesawat Tempur Untuk Bantu Saudi Arabia Hadapi Houthi

Pada 21 Oktober 2026, kanal media Jerman Deutsche Welle (DW) merilis sebuah artikel yang menyatakan bahwa Inggris Raya mengerahkan pesawat tempur mereka ke Saudi Arabia untuk membantu negara tersebut dalam menghadapi serangan udara kelompok milisi Houthi. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris Raya, pesawat tempur ini akan ditugaskan untuk melindungi infrastruktur vital Saudi Arabia seperti pipa dan kilang minyak, pembangkit listrik, dan rel kereta api dari serangan drone atau rudal milisi Houthi. Kemhan Inggris Raya menegaskan pesawat tempur mereka tidak akan digunakan untuk melancarkan serangan balasan terhadap milisi Houthi di wilayah Yaman Utara dan kepulauan kecil Selat Bab el-Mandab.

Selain mengirimkan pesawat tempur, Inggris Raya juga mengirimkan aset lain seperti pesawat kargo Airbus A400M, penasehat militer, dan perpanjangan misi pengisian ulang bahan bakar untuk membantu Militer Saudi Arabia dalam operasi serangan strategis mereka di Yaman. Dilansir dari Militarnyi, aset ini memiliki tugas berbeda yaitu untuk meningkatkan kemampuan transportasi Militer Saudi Arabia, memperpanjang jarak tempuh pesawat tempur Angkatan Udara Saudi Arabia (RSAF), dan menasehati militer mereka dalam keputusan operasional. Menanggapi perkembangan ini, Menhan Inggris Raya Wes Streeting menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan milisi Houthi terhadap warga sipil Saudi Arabia merupakan aksi biadab, khususnya serangan terhadap Bandara Internasional Riyadh pada 11 Oktober lalu. Menhan Wes menambahkan serangan ini menunjukkan bahwa milisi Houthi tidak akan segan-segan untuk memperburuk krisis yang sedang terjadi di Yaman.

Bantuan yang diberikan oleh Inggris Raya kepada Saudi Arabia sendiri bukanlah suatu hal baru karena bulan sebelumnya, pemerintah Saudi meminta agar PM Inggris Raya Andy Burnham memberikan mereka paket bantuan militer komprehensif yang mencakup aspek darat dan udara. Akan tetapi, pengiriman pesawat tempur ke Saudi Arabia merupakan perkembangan baru karena sebelumnya Saudi Arabia tidak pernah meminta Inggris Raya untuk mengirimkan aset tersebut. Menurut analis geopolitik Anoush Taimur, perkembangan ini merupakan pisau dua arah karena di satu sisi keberadaan aset Angkatan Udara Inggris Raya (RAF) dapat memperkuat kapabilitas pertahanan Saudi Arabia. Namun di sisi lain, keberadaan ini membuka potensi bagi konflik Yaman untuk berkembang menjadi perang regional. Hal ini dapat memperburuk dilema strategis yang saat ini dihadapi Eropa yaitu keinginan untuk menghadapi krisis energi sekaligus meninjau ulang komitmen pertahanan dan keamanan mereka terhadap kawasan Timur Tengah.