Pada 3 November 2026, Amerika Serikat menyelenggarakan pemilu sela (midterm elections) untuk menentukan tokoh yang akan mewakilkan mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat. Pemilu ini juga menjadi ajang perlombaan bagi 22 negara bagian untuk menentukan apakah Partai Republikan atau Partai Demokrat yang akan memimpin mereka selama empat tahun ke depan. Dalam pemilu sela ini, terdapat beberapa negara bagian yang dianggap sebagai zona tempur bagi Partai Republikan dan Demokrat yakni Texas, Michigan, Georgia, dan South Carolina. Dalam pemilu sela ini, Partai Demokrat berhasil memenangkan sekitar 54 kursi senat, 251 kursi DPR, dan 28 jabatan gubernur negara bagian. Kemenangan ini merupakan sebuah kejutan besar dalam politik Amerika Serikat dan berbagai kanal media seperti Axios mengkategorikan hasil ini sebagai tsunami biru (blue tsunami). Sementara itu New York Times menyatakan kemenangan Demokrat merupakan tanda terjadinya sebuah penataan ulang politik fundamental serta pertentangan masyarakat terhadap agenda Presiden Donald Trump.
Klaim yang diberikan oleh New York Times memiliki kebenaran karena dalam pemilu Senat dan DPR, terdapat berbagai kandidat progresif seperti Abdul El-Sayed, Jon Osoff, James Talarico, dan Melat Kiros yang menggunakan isu grassroots untuk menggerakkan kampanye mereka. Dalam hal ini, isu grassroots yang digunakan mencakup peningkatan pajak bagi miliarder seperti Elon Musk, perluasan sistem bantuan sosial dan kesehatan publik, membatasi donasi politik, serta penolakan terhadap intervensi aktor eksternal seperti Israel dalam pemilihan umum. Dilansir dari Politico, kemenangan para tokoh tersebut menunjukkan dua hal penting yakni bukti bahwa kandidat progresif dapat mencapai kemenangan di pemilu daerah dan nasional. Kemenangan ini juga menunjukkan donasi politik melalui organisasi seperti AIPAC atau komite aksi politik (PAC) mampu dihadapi dan dimenangkan oleh masyarakat dengan mengutamakan kesadaran kolektif serta komitmen penuh untuk tidak menerima donasi tersebut. Pandangan ini juga disampaikan oleh Partai Pekerja Keluarga (WFP) California Jorge Contreras dengan tambahan bahwa pemilu sela 2026 merupakan cetak biru untuk pemilu pada tahun 2028.
Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela ini juga dianggap akan memiliki dampak signifikan terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, khususnya dalam isu bantuan militer Ukraina dan kebijakan Timur Tengah. Dalam hal ini, Kongres dapat mendesak Presiden Trump untuk melanjutkan program bantuan finansial dan militer kepada Ukraina serta membangun ulang upaya diplomasi Amerika Serikat di Timur Tengah yang tidak terlalu mengandalkan Israel.