China Hormati Keputusan Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru
Pemerintah China memberikan tanggapan resmi setelah Iran mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa penunjukan pemimpin tertinggi Iran merupakan urusan internal negara tersebut dan harus dihormati oleh pihak luar. Menurutnya, keputusan tersebut diambil sesuai dengan konstitusi Iran.
“China menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan alasan apa pun. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati,” ujar Guo dalam konferensi pers di Beijing.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Israel mengisyaratkan kemungkinan menargetkan siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin Iran.
Penunjukan Mojtaba Khamenei diumumkan oleh lembaga ulama Iran, Assembly of Experts, yang memilihnya sebagai pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam Iran.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) langsung menyatakan sumpah setia kepada Mojtaba dan menegaskan kesiapan mereka menjalankan perintah pemimpin baru tersebut.
Mojtaba, seorang ulama berusia sekitar 56 tahun, selama bertahun-tahun dikenal memiliki pengaruh besar di balik layar politik Iran, terutama melalui hubungan eratnya dengan IRGC dan kalangan ulama konservatif.
Disisi lain, pengangkatan Mojtaba memicu perdebatan internasional karena dianggap sebagai suksesi yang menyerupai sistem dinasti, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi sejak Revolusi Islam Iran 1979 yang menggulingkan monarki di negara tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka juga mengkritik kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin Iran dan menyebutnya sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”.
Sementara itu, sejumlah analis menilai pengangkatan Mojtaba Khamenei akan memperkuat sikap keras Iran terhadap Barat, sekaligus memperdalam konflik geopolitik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.