Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Denmark untuk memperkuat kehadiran militer AS di Greenlandsetelah berbulan-bulan mengancam akan merebut pulau itu dengan kekerasan dari sekutu NATO tersebut — sebuah kesepakatan yang juga mempertahankan wilayah Arktik itu di tangan Denmark.
Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Denmark untuk memberikan Amerika Serikat “kendali permanen” atas keamanan Greenland. Kesepakatan tersebut, di klaim Trump di media sosial miliknya, Truth mengatakan bakal melarang Rusia dan China mendirikan pangkalan di wilayah Arktik tersebut.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menjalin kesepakatan dengan Kerajaan Denmark dan Greenland, yang memberikan kendali permanen kepada Amerika Serikat atas keamanan serta segala kebutuhan lainnya di Greenland,” ujar Trump pada Jumat (18/9).
Pria 80 tahun itu menyebut kesepakatan tersebut memiliki “Perjanjian Masa Berlaku Tak Terbatas, tidak ada akhirnya!” serta mengatakan Washington akan segera mulai membangun kehadiran militer yang besar di wilayah tersebut. “Mulai sekarang, tidak ada satu pun pihak lawan AS yang boleh memiliki pangkalan, kehadiran militer, ataupun melakukan investasi sensitif di Greenland tanpa persetujuan tertulis yang tegas dari kami.”
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump berulang kali menegaskan Washington perlu menguasai Greenland demi alasan strategis. Hal itu sempat membuat khawatir Denmark yang merupakan sekutu NATO dan memicu penolakan keras dari aliansi tersebut.
Denmark dan Greenland menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyatakan akan menandatanganinya di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan depan.
Pada 14 September, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan ia “optimistis” diskusi yang berlangsung sejak Januari dengan Amerika Serikat dan Greenland dapat menyelesaikan sengketa tersebut. Sementara pada Jumat (18/9), Frederiksen menyatakan “senang karena ada prospek kesepakatan yang baik bagi Greenland, Kerajaan Denmark, dan Amerika Serikat,” seraya menambahkan bahwa hal itu “baik bagi NATO dan Eropa.”
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengatakan kesepakatan dengan Amerika Serikat tersebut “memperkuat” keamanan wilayah itu. Ia menambahkan bahwa dengan kesepakatan tersebut, pemerintahannya akan “segera” memulai proses pengembangan kehadiran militer yang lebih besar di wilayah Denmark yang kaya mineral tersebut.
Kesepakatan itu tercapai setelah para pejabat dari AS, Greenland, dan Denmark diam-diam bernegosiasi selama berbulan-bulan di balik layar, mencari solusi untuk mengatasi beberapa kekhawatiran keamanan Trump tentang wilayah yang berpenduduk sekitar 56.000 jiwa.
Bagi Trump, isu Greenland sebagian besar telah dikesampingkan karena ia melancarkan operasi militer untuk menggulingkan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dari kekuasaan dan bergabung dengan Israel untuk memulai perang melawan Iran.
Dengan pengumuman pakta tersebut, Trump dapat membanggakan pencapaian kebijakan luar negerinya menjelang pemilihan paruh waktu. Konflik Iran yang telah berlangsung selama enam bulan telah mengubah peta persaingan, melemahkan janji kampanye Trump untuk menghindari konflik asing dan menantang Partai Republik yang berupaya mempertahankan mayoritas tipis di Kongres .
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan kesepakatan itu akan ditandatangani oleh ketiga pemerintah minggu depan selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi tindakan parlemen masih diperlukan oleh pemerintah Denmark dan Greenland sebelum kesepakatan itu dapat diberlakukan.
Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa “perjanjian tersebut mengakui kedaulatan dan integritas teritorial” Greenland dan Denmark serta menjunjung tinggi hak kedua bangsa “untuk menentukan nasib sendiri.”
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan kesepakatan yang sedang dirancang ini menguntungkan ketiga pemerintah dan “mengakui kepentingan Greenland.”