Slovenia Berlakukan Embargo Persenjataan Terhadap Israel

Pada 1 Agustus 2025 Perdana Menteri (PM) Slovenia Robert Golob menyatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa Slovenia akan memberlakukan embargo persenjataan terhadap Israel akibat dari kejahatan perang yang dilancarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Gaza. PM Golob menambahkan aksi tersebut merupakan bagian dari janjinya untuk melancarkan kebijakan terhadap Israel yang independen dari Uni Eropa (EU) akibat dari kegagalan organisasi tersebut dalam menghadapi aksi yang dilancarkan oleh IDF. Selanjutnya PM Golob menyatakan bahwa Slovenia akan menyiapkan beberapa kebijakan baru terhadap Israel sebagai respon terhadap aksi IDF yang melanggar hukum kemanusiaan internasional. Selain itu PM Golob juga mengecam blokade sistematis yang dilancarkan oleh pemerintah Israel dan IDF sehingga masyarakat Gaza tidak bisa mendapatkan makanan, minuman, dan akses perawatan medis.

Menanggapi perkembangan tersebut seorang pejabat Israel menyatakan bahwa aksi yang dilancarkan oleh Slovenia simbolis karena Negeri Bintang Daud tidak pernah membeli persenjataan apapun dari negara tersebut. Sementara itu Direktur Eksekutif ACA Daryl Kimball menyatakan keputusan Slovenia untuk memberlakukan embargo persenjataan terhadap Israel akibat dari aksi IDF di Gaza yang melanggar hukum internasional merupakan sebuah terobosan. Selain itu koalisi petahana parlemen Slovenia mendukung kebijakan pemerintah untuk memberlakukan embargo persenjataan terhadap Israel. Di sisi lain koalisi oposisi mengkritik kebijakan tersebut karena mereka menganggap Slovenia seharusnya bekerja sama dengan EU dan harus bersiap menghadapi dampak dari kebijakan embargo persenjataan.

Serangan Israel terhadap masyarakat Gaza telah menyebabkan setidaknya 60 ribu korban jiwa dan adanya bahaya kelaparan. Serangan tersebut telah menyebabkan kemarahan global yang mendesak EU untuk menghukum Israel. Slovenia merupakan salah satu negara anggota EU yang kritis terhadap aksi Israel di Gaza. Pada Juni 2024 parlemen Slovenia mengikuti langkah dariIrlandia, Norwegia, dan Spanyol dengan mengesahkan resolusi yang mengakui kedaulatan negara Palestina. Selanjutnya pada 17 Juli 2025 Slovenia mendeklarasikan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich sebagai persona non grata akibat dari retorika genosida yang mereka utarakan terhadap warga Palestina.