Indonesia Tolak Usulan Relokasi Gaza Usai Pelantikan Trump

Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat dalam sebuahupacara di Rotunda Gedung Capitol, Washington D.C. Dalam pidato pelantikannya, iamenekankan agenda nasionalistik dengan fokus pada slogan “Put America First.”

Sejumlah kepala negara kemudian turut menyampaikan ucapan selamat ataspelantikan Donald Trump. Melalui akun media sosial X, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikannya sebagaiPresiden Amerika Serikat. ‘Ucapan selamat yang terhangat kepada Presiden Donald Trump atas pelantikannya sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat,’ tulis Prabowo. Iajuga menambahkan, ‘Indonesia tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara eratdengan Amerika Serikat dan memperkuat kerja sama strategis yang telah lama terjalindemi keuntungan bersama kedua negara.’

Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengucapkan selamat ataspelantikan Trump. Dalam pesan resminya, Abbas juga menyinggung pentingnya solusidua negara sebagai dasar untuk mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah.“Kami siap bekerja sama dengan Anda (Trump) untuk mencapai perdamaian selamamasa kepresidenan Anda, dengan berpedoman pada solusi dua negara yang berdasarkan legitimasi internasional,” demikian pernyataan Abbas seperti dikutip darikantor berita Palestina, Wafa. Pendekatan ini bertujuan untuk mewujudkan berdirinyaNegara Palestina dan Negara Israel yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan,” tambahnya.

Setelah resmi dilantik, Donald Trump kemudian langsung mengeluarkan serangkaianusulan dimana salah satunya adalah soal wacana pemindahan sebagian warga Gaza ke Indonesia; dan ditolak oleh Indonesia. Dalam rilis resmi, Kemlu menyatakanpemerintah tak pernah memperoleh informasi apapun dari siapapun soal relokasi wargaGaza ke Indonesia. “Indonesia tetap tegas dengan posisi: segala upaya untukmemindahkan warga Gaza tidak dapat diterima,” demikian pernyataan Kemlu.