Israel Serang Qatar
Pada 9 September 2025 Angkatan Udara Israel (IAF) melancarkan serangan udara terhadap Ibukota Doha, Qatar yang menargetkan gedung persembunyian pimpinan politik organisasi militan Hamas. Serangan tersebut dilancarkan saat para pimpinan politik Hamas sedang bertemu untuk mempertimbangkan usulan gencatan senjata terhadap Perang Gaza yang ditawarkan oleh Amerika Serikat. Menanggapi serangan tersebut Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan udara yang dilancarkan IAF terhadap Qatar merupakan operasi yang sepenuhnya direncanakan oleh militer Negeri Bintang Daud. PM Netanyahu menambahkan Israel bertanggung jawab sepenuhnya terhadap dampak apapun yang diakibatkan oleh operasi tersebut. Netanyanhu juga menyatakan bahwa serangan tersebut dapat membuka pintu untuk mengakhiri perang. Sementara itu Hamas menyatakan bahwa petinggi mereka selamat dari serangan udara tersebut namun lima anggota, termasuk anak dari Ketua Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya tewas akibat dari serangan tersebut.
Tidak lama setelah Israel melancarkan serangan udara tersebut PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengklaim Israel sedang mensabotase upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. PM Al Thani juga mengutuk serangan Israel sebagai aksi terorisme dan menyatakan bahwa Qatar berhak merespon dengan segala cara yang ada. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan serangan yang dilancarkan terhadap sekutu Amerika Serikat yang sedang berusaha untuk mendorong perdamaian bertolak belakang dengan visi Negeri Paman Sam dan Israel. Karoline menambahkan Amerika Serikat tidak senang dengan aksi yang dilancarkan oleh Israel walaupun mereka sepakat bahwa menghancurkan Hamas merupakan tujuan yang tepat. Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul menyatakan serangan yang dilancarkan Israel melanggar kedaulatan Qatar dan merusak upaya pembebasan sandera.
Israel telah menewaskan beberapa petinggi Hamas sejak mereka melancarkan serangan terhadap Negeri Bintang Daud pada 7 Oktober 2023. Selain petinggi Hamas Israel juga telah mengebom beberapa negara yang dianggap sebagai musuh seperti Lebanon, Suriah, Iran, dan Yaman. Serangan tersebut telah menyebabkan kemarahan dari beberapa pejabat Amerika Serikat yang menanggap aksi Israel sebagai pengkhianatan dari upaya Negeri Paman Sam di kawasan Timur Tengah.