Korea Selatan Dilanda Kebakaran Dahsyat, WNI Ikut Bantu Korban
Sejak 22 Maret 2025, Gyeongsang, Korea Selatan menghadapi kebakaran hutan dahsyat dan telah menghanguskan lebih dari 47.800 hektare lahan dan menghancurkan sekitar 4.000 bangunan, termasuk situs-situs bersejarah seperti Kuil Gounsa yang berusia ribuan tahun. Kuil ini diketahui pertama kali dibangun oleh Uisang, biksu Buddha terkenal dari Kerajaan Silla pada 681 Masehi.
Kebakaran ini menyoroti tantangan yang dihadapi Korea Selatan dalam menanggulangi bencana alam, terutama yang diperparah oleh perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Pemerintah Korea Selatan pun telah mengerahkan hampir 9.000 personel, 125 helikopter, dan ratusan kendaraan lainnya untuk memadamkan api.
Di tengah bencana ini, seorang pekerja migran Indonesia bernama Sugiyanto menunjukkan aksi heroik dengan menyelamatkan warga lanjut usia dari kebakaran.Sugiyanto, bersama dengan kepala desa setempat, Yoo Myung Shin, terlibat dalam evakuasi warga desa di sekitar kawasan Uiseong dengan mengetuk pintu rumah warga yang tertidur untuk membangunkan mereka dan mengarahkan mereka ke titik evakuasi. Sugiyanto dan Yoo Myung Shin bahkan menggendong warga lanjut usiadan berlari sejauh sekitar 300 meter untuk menyelamatkan mereka.
Aksi Sugiyanto tersebut kemudian mendapatkan perhatian luas di media sosial dan menjadi viral. Sugiyanto mendapatkan banyak apreasiasi dari Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia hingga Kementerian Kehakiman Korea Selatan yang mempertimbangkan pemberian visa tinggal jangka panjang sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya.
Tidak hanya itu, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Zelda Wulan Kartika, turut mengungkapkan bahwa KBRI telah menghubungi Sugiyanto untuk menyampaikan penghargaan atas keberaniannya dalam menyelamatkan warga desa yang terjebak kebakaran.
Meskipun KBRI belum dapat bertemu langsung dengan Sugiyanto karena lokasitempat tinggalnya yang cukup jauh dari Seoul, Zelda memastikan bahwa kediaman Sugiyanto aman dan tidak terdampak kebakaran. Sugiyanto pun melanjutkan aktivitasnya sebagai nelayan setelah peristiwa tersebut.