Konferensi HAM Global di Zambia Dibatalkan Usai Tekanan Terkait Taiwan
Konferensi internasional “RightsCon 2026” tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan teknologi yang dijadwalkan berlangsung pada 5-8 Mei 2026 di Lusaka, Zambia, resmi dibatalkan pada awal Mei 2026 hanya beberapa hari sebelum pelaksanaannya. Pembatalan ini terjadi setelah adanya tekanan diplomatik terkait keikutsertaan aktivis dan organisasi dari Taiwan dalam acara tersebut.
Acara yang dijadwalkan berlangsung di Lusaka tersebut rencananya akan dihadiri lebih dari 2.600 peserta dari lebih dari 150 negara, termasuk aktivis, peneliti, perusahaan teknologi, serta organisasi internasional. Konferensi ini dikenal sebagai salah satu forum terbesar di dunia yang membahas isu hak digital, kebebasan berekspresi, dan tata kelola teknologi.
Menurut penyelenggara organisasi Access Now, pembatalan dilakukan setelah pemerintah Zambia menyampaikan bahwa acara tersebut tidak dapat dilanjutkan dalam kondisi yang ada. Pihak penyelenggara menyebut adanya tekanan agar perwakilan dari Taiwan tidak diikutsertakan dalam konferensi. China selama ini berpegang pada kebijakan “One China Policy”, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Dalam kerangka kebijakan tersebut, China secara konsisten menolak kehadiran Taiwan dalam forum internasional yang melibatkan negara lain.
Kemudian sejumlah organisasi HAM internasional, termasuk Human Rights Watch, mengkritik pembatalan ini. Mereka menilai keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya pengaruh politik terhadap ruang diskusi global, khususnya dalam isu HAM dan kebebasan digital. Sementara itu, pemerintah Zambia belum memberikan penjelasan rinci terkait keputusan tersebut, namun menegaskan bahwa pembatalan dilakukan demi menjaga kepentingan nasional dan hubungan internasional.
Kasus ini menambah daftar panjang pembatasan terhadap partisipasi Taiwan dalam berbagai forum internasional sebagai konsekuensi dari kebijakan One China Policy. Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan kerap menghadapi hambatan serupa dalam keikutsertaannya di organisasi global, termasuk di bidang kesehatan, penerbangan, dan diplomasi. Pembatalan RightsCon 2026 menyoroti bagaimana isu geopolitik, khususnya hubungan China dan Taiwan yang semakin memengaruhi ruang-ruang yang sebelumnya dianggap netral, termasuk forum HAM dan teknologi global.