ASEAN Tegaskan Komitmen Perdagangan Inklusif dan Berkelanjutan di AEM ke-57 Kuala Lumpur

Pertemuan ke-57 para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) resmi digelar pada 23 September 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, dipimpin oleh Malaysia selakuKetua ASEAN 2025. Dengan mengusung tema “Inclusivity and Sustainability”, acara inijuga didahului oleh rangkaian pertemuan pejabat senior ekonomi (SEOM), Dewan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA Council), serta Dewan Kawasan Investasi ASEAN (AIA Council). Selama periode 22–26 September, AEM telah melangsungkan 20 pertemuan tingkat tinggi dan program sampingan yang melibatkan dialog dengan mitra dagang eksternalASEAN.

Para menteri mencatat bahwa perekonomian ASEAN tumbuh sebesar 4,8% pada tahun 2024 dan diproyeksikan akan tumbuh sebesar 4,2% pada tahun 2025, dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan global sebesar 2,8%. Para Menteri mengakui bahwa prospek tahun 2025 telah direvisi ke bawah beberapa kali, akibat dampak negatif dan ketidakpastian yang timbul dari lanskap tarif global.

Meski demikian, kinerja perdagangan ASEAN tetap kuat, dengan perdagangan barang meningkat 8,9% menjadi USD 3,8 triliun dan perdagangan jasa tumbuh 12,2% mencapaiUSD 1,3 triliun. Investasi asing langsung (FDI) juga naik 8,5% menjadi USD 226 miliar, melampaui rata-rata global sebesar 4%.

Dalam Joint Media Statement, ASEAN menyoroti kekhawatiran atas kebijakan perdaganganunilateral yang dapat mengganggu sistem perdagangan multilateral. ASEAN kemudian menegaskan komitmen pada sistem terbuka dan berbasis aturan di bawah WTO. Para Menteri juga menekankan tentang pentingnya menjaga sentralitas ASEAN dalam Perjanjian RCEP, mempercepat pemutakhiran perjanjian strategis seperti ASEAN-China FTA 3.0, serta menandatangani protokol perubahan ATIGA di KTT ASEAN Oktober mendatang.

Malaysia selaku ketua ASEAN 2025 menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan harus memastikan inklusivitas dan keberlanjutan, dengan memberi ruang bagi UMKM dan mendorong investasi hijau. Dalam mendukung agenda tersebut, ASEAN mengadopsi ASEAN Sustainable Investment Guidelines (ASIG) guna mendorong praktik investasi yang bertanggung jawab dan inklusif, serta ASEAN Digital Economy Framework Agreement(DEFA) sebagai fondasi integrasi ekonomi digital ASEAN.

Meski menghadapi tantangan proteksionisme global, AEM ke-57 menegaskan pentingnya memperkuat rantai pasok, ketahanan pangan, serta mengembangkan ekonomi hijau dan digital. Komitmen ini sejalan dengan tujuan jangka panjang menuju ASEAN Community Vision 2045, yang menekankan pertumbuhan ekonomi hijau, tangguh, dan merata di kawasan.